Skip to content
logo-Berita-Terkini-Indonesia

BTI

Liputan Berita Terkini Indonesia

Primary Menu
  • Home
  • pemerintahan
  • Politik dan Hukum
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Hak Asasi Manusia
  • Home
  • Agama
  • Menggugah Teladan Ibrahim, Memperkuat Persaudaraan Nasional
  • Agama

Menggugah Teladan Ibrahim, Memperkuat Persaudaraan Nasional

Dedi Saputra Juni 9, 2025
meneladani-ibrahim-mengokohkan-persaudaraan-kebangsaan

Meneladani Ibrahim, Mengokohkan Persaudaraan Kebangsaan

Idul Adha bukan hanya sekadar peringatan simbolis. Ia adalah momen spiritual yang menyimpan pesan sosial, kebangsaan, bahkan politik kebudayaan yang mendalam. Ini mengajarkan kita untuk ikhlas berbagi, berani mengorbankan ego, dan menguatkan rasa persaudaraan, semangat yang semakin mendesak di tengah tantangan kebangsaan saat ini.

Ibrahim tidak hanya seorang nabi. Dia adalah teladan dalam keteguhan prinsip dan kemurnian niat. Ketika diperintahkan untuk menyembelih anak yang dicintainya, dia tidak berdiskusi dengan perasaannya sendiri. Ismail pun, dengan penuh keimanan, siap menjadi bagian dari perintah Tuhan yang agung.

Jika kedua sosok agung itu mampu berdialog dengan keikhlasan dalam ujian seberat itu, mengapa kita yang hanya berbeda pendapat dalam kehidupan sosial dan politik begitu mudah terpecah belah? Mengapa bangsa ini sering terperosok dalam polarisasi, bahkan dalam urusan yang seharusnya bisa diselesaikan dengan musyawarah?

Idul Adha mengingatkan, bahwa kekuatan umat tidak terletak pada kerasnya suara, melainkan kejernihan hati dan keikhlasan niat. Bahwa yang harus kita sembelih hari ini bukan hanya kambing atau sapi, tetapi juga egoisme kelompok, arogansi kekuasaan, dan prasangka yang meretakkan ukhuwah.

Tantangan Haji dan Tanggung Jawab Amanah

Belakangan ini, kita prihatin atas beberapa masalah yang menimpa jemaah haji Indonesia. Dari urusan gagal berangkat, hingga pengelolaan teknis terkait multi syarikah yang dinilai belum sepenuhnya profesional. Padahal haji adalah ibadah suci yang harus disiapkan dengan niat ibadah pula dari pengelolanya, penyelenggaranya, hingga semua elemen yang terlibat.

Di sinilah semangat Idul Adha menemukan maknanya. Pengelolaan ibadah haji adalah amanah besar yang tidak boleh dilandasi orientasi keuntungan, kekuasaan, atau sekadar pencitraan. Ia harus menjadi ladang pengabdian. Sebab jemaah yang berangkat bukan sekadar pelancong spiritual, tetapi tamu-tamu Allah yang membawa doa-doa bangsa.

Maka, sangat penting bagi pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan untuk menjadikan Idul Adha ini sebagai titik tolak perbaikan. Bukan hanya menyelesaikan persoalan teknis yang muncul, tetapi memperkuat kembali nilai dasar dalam melayani umat. Kembali pada kejujuran, transparansi, dan keikhlasan. Sebab seperti Ibrahim, penyelenggara haji pun harus siap “mengorbankan” kenyamanan pribadi demi menunaikan amanah suci dari rakyat.

Kurban sebagai Jembatan Sosial

Dalam tradisi Islam Nusantara, kurban bukan hanya ritual ibadah. Ia menjadi ruang kebersamaan. Gotong royong dalam menyiapkan, menyembelih, hingga membagikan daging kurban adalah wujud nyata dari spirit kesalingan yang menjadi ciri khas masyarakat Indonesia.

Sayangnya, dalam realitas sosial hari ini, kesenjangan masih tinggi. Distribusi kesejahteraan belum merata. Banyak saudara kita di pelosok negeri yang hanya bisa menyantap daging kurban setahun sekali. Maka, kurban harus dimaknai ulang bukan sekadar sebagai kewajiban, tetapi gerakan sosial. Ia harus dioptimalkan menjadi instrumen penguatan solidaritas dan pemerataan terutama bagi yang terdampak ekonomi, yang terpinggirkan, dan yang berada di wilayah 3T.

Kita perlu mendorong gerakan kurban yang inklusif, adil, dan berkeadilan. Kurban bukan hanya tentang mereka yang mampu menyembelih, tetapi tentang bagaimana kita menyambung kembali jaringan empati dalam kehidupan bermasyarakat.

Jutaan umat Islam saat ini berkumpul di Tanah Suci. Mereka datang dari berbagai bangsa, warna kulit, dan latar belakang. Namun mereka bersatu, mengenakan pakaian yang sama, berdiri dalam saf yang sama, menghadap kiblat yang sama. Inilah simbol Islam yang sejati: persaudaraan tanpa sekat.

Bangsa Indonesia seharusnya belajar dari momen ini. Kita terlalu sering terjebak dalam konflik identitas. Agama, etnis, politik, hingga preferensi digital. Kita lupa bahwa sebagai satu bangsa, kita telah disatukan oleh cita-cita bersama, yakni keadilan sosial, persatuan, dan kemaslahatan bersama.

NU, sebagai jam’iyyah diniyah dan ijtima’iyyah, senantiasa mengingatkan bahwa ukhuwah baik wathaniyah, islamiyah, maupun insaniyah adalah fondasi kebangsaan. Maka, mari jadikan Iduladha ini sebagai momen memperkuat kembali simpul-simpul persatuan, menjahit ulang kebersamaan yang sempat robek, dan meneguhkan kembali tekad untuk saling menjaga.

Indonesia adalah bangsa besar. Tapi kebesaran itu tidak cukup dijaga dengan pembangunan fisik dan pertumbuhan ekonomi. Ia harus dijaga dengan keteladanan moral. Dan Iduladha menawarkan hal itu pengorbanan yang ikhlas, pelayanan yang tulus, dan keberanian menegakkan kebenaran.

Mari kita sembelih ego sektoral demi kemaslahatan nasional. Mari kita rawat kepercayaan rakyat dengan kerja yang jujur. Mari kita kuatkan persatuan dengan cinta, bukan dengan curiga.

Semoga semangat Ibrahim menghidup dalam diri setiap kita, pemimpin dan rakyat, kaya dan miskin, tua dan muda. Agar Indonesia bukan hanya besar, tetapi juga beradab.

Selamat menunaikan Ibadah Haji dan Iduladha 1446 H.

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar. Walillahilhamd.

Continue Reading

Previous: Pratinjau dan Siaran Langsung Italia vs Moldova di Kualifikasi Piala Dunia 2026
Next: Pangeran William Dorong Tindakan Global untuk Melindungi Laut

Related News

berapa-banyak-emas-yang-akan-muncul-dari-sungai-eufrat-sampai-rasulullah-saw-peringatkan-umatnya
  • Agama

Jumlah Emas yang Akan Muncul dari Sungai Eufrat dan Peringatan Rasulullah SAW

Maya Lestari Agustus 12, 2025
  • Agama

Menentukan Makna Hidup: Kebahagiaan Dunia atau Akhirat? Pemikiran dari Buya Hamka

Andi Pratama Agustus 12, 2025
kisah-syahidnya-yasir-dan-sumayyah
  • Agama

Kisah Pengorbanan Yasir dan Sumayyah

Andi Pratama Agustus 11, 2025
  • Agustus 2025
  • Juli 2025
  • Juni 2025
  • Mei 2025
  • April 2025
auto7slot auto7slot auto7slot

You may have missed

  • Berita

Juru Bicara Gus Yaqut Tanggapi Larangan Bepergian KPK, Berikan 4 Pernyataan

Dewi Anjani Agustus 12, 2025
lewat-gpm-polres-indramayu-jaga-stabilitas-harga-dan-ringankan-beban-masyarakat
  • Berita

Melalui GPM, Polres Indramayu Pertahankan Stabilitas Harga dan Bantu Masyarakat

Rizky Maulana Agustus 12, 2025
kereta-pelabuhan-dan-terminal-di-sulsel-akan-terhubung-begini-rencana-kemenhub
  • Berita

Integrasi Kereta, Pelabuhan, dan Terminal di Sulsel: Rencana Kemenhub

Rizky Maulana Agustus 12, 2025
viral-meme-tanah-nganggur-diambil-negara-menteri-nusron-minta-maaf-ini-penjelasan-maksudnya
  • Berita

Meme Tanah Nganggur Jadi Viral, Menteri Nusron Meminta Maaf, Berikut Penjelasannya

Dedi Saputra Agustus 12, 2025
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.