Alasan Madinah Menjadi Pusat Islam dan Tujuan Rasulullah SAW: 7 Faktor Utama
BERITA TERBARU INDONESIA, JAKARTA—Dalam proses mendirikan sebuah negara, salah satu aspek terpenting adalah keberadaan sebuah lokasi yang menjadi pusat, tempat masyarakat bisa tinggal dengan aman dan terhormat.
Konstitusi telah disusun dengan jelas, dasar-dasar negara ini telah diwahyukan dalam Alquran, dan wahyu terus diturunkan atas perintah Allah SWT ke dalam hati Nabi SAW untuk lebih banyak lagi hukum, keputusan, dan sebagainya. Kaum Muslimin telah menjadi kekuatan yang signifikan.
Jumlah mereka bertambah, dan mereka dapat ditemukan hampir di mana saja, hanya membutuhkan lahan untuk menyatukan mereka.
Pemilihan kota (Yatsrib) didasarkan pada serangkaian alasan, dan setelah penelitian mendalam dan analisis situasi yang cermat.
Alasan Mengapa Madinah Dipilih sebagai Pusat Pemerintahan Islam
Pertama, Yatsrib bukanlah pusat keagamaan yang dapat menimbulkan konflik di antara orang-orang Arab, dan tidak ada hal yang dapat menyebabkan persaingan seperti kehadiran Ka’bah di Makkah. Sebaliknya, kehadiran orang-orang Yahudi di Yatsrib bisa menjadi tantangan.
Kedua, tidak adanya kepemimpinan yang jelas di kota tersebut, seperti yang terlihat di kota-kota lain di Jazirah. Konflik historis antara suku Aus dan Khazraj, serta ketidakpercayaan antara Arab dan Yahudi, merupakan bagian dari situasi ini.
Kecuali rencana yang pernah dibuat oleh Abdullah bin Ubay bin Salul, pemimpin kaum munafik, untuk mengambil alih komando, yang dengan cepat terhenti karena kurangnya keseriusan dan faktor lain ketika Islam pertama kali masuk ke kota tersebut.
