Mengapa Tuhan dalam Islam Dikenal Sebagai Allah?
BERITA TERBARU INDONESIA, JAKARTA — Dalam ajaran Islam, Tuhan dikenal dengan nama Allah, sebagaimana dijelaskan dalam Surah al-Ikhlas. Dalam Bahasa Indonesia, ayat tersebut berarti, katakanlah bahwa Allah itu satu, semua makhluk bergantung kepada Allah, bahwa Allah tidak melahirkan dan tidak dilahirkan, dan tidak ada apapun dan siapapun yang setara dengannya.
Mengapa disebut Allah?
Penyebutan ini hanya menunjukkan konsep Tuhan dalam Islam, tidak yang lain. Orang Arab pada masa lalu hanya menggunakan kata Allah untuk menyebut Tuhan yang Maha Esa. Berhala-berhala yang disembah pada masa jahiliyah tidak disebut dengan nama Allah.
Menurut tafsir Kementerian Agama, Allah adalah nama untuk Zat yang ada dengan sendirinya (wājibul-wujūd). Kata ‘Allah’ digunakan oleh bangsa Arab untuk Tuhan yang sejati, yang layak disembah, dan yang memiliki sifat-sifat kesempurnaan. Mereka tidak menggunakan kata itu untuk dewa-dewa atau tuhan-tuhan mereka yang lain.
Sehubungan dengan Surah al-Ikhlas, suatu ketika orang-orang kafir bertanya, ‘Wahai Muhammad, jelaskan kepada kami tentang Tuhan yang Engkau sembah?’ Kemudian, empat ayat Surah al-Ikhlas diturunkan sebagai jawaban atas pertanyaan tersebut.
Nabi Muhammad memuliakan surah ini sebagaimana dijelaskan dalam hadits. Suatu ketika Nabi bertanya kepada para sahabat, siapa yang keberatan untuk membaca sepertiga Alquran di malam hari? Mereka berkata, siapa dari kami yang menanggung beban itu? Lalu Rasulullah menjelaskan bahwa Surah al-Ikhlas adalah sepertiga Alquran. Ini menunjukkan bahwa Rasul menganjurkan setiap orang untuk membaca Surah al-Ikhlas setiap malam, yang jika dibaca, setara dengan sepertiga Alquran.
