Menhub dan Ekonom Mempertimbangkan Keberlanjutan Ekosistem Ojek Online
BERITA TERBARU INDONESIA, JAKARTA — Ekosistem ojek online serta layanan pengantaran digital merupakan sistem yang sangat rumit, melibatkan berbagai pihak. Bukan hanya jutaan mitra pengemudi dan perusahaan aplikasi yang terlibat, tetapi juga konsumen, pelaku UMKM, regulator, investor, penyedia layanan keuangan, logistik, teknologi, dan mitra bisnis lainnya seperti restoran, toko, gudang, dan bengkel.
Setiap perubahan dalam satu bagian dari ekosistem tersebut dapat menimbulkan efek domino yang merugikan banyak sektor. Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi pun turut merespons permintaan penurunan komisi menjadi 10 persen dengan sikap hati-hati.
Dalam sebuah konferensi pers di Jakarta pekan lalu, Dudy menyatakan bahwa aplikator memiliki skema potongan yang bervariasi dan pengemudi dapat memilih platform sesuai preferensi mereka. “Para pengemudi sebenarnya punya pilihan. Kita dapat melihat bahwa keempat aplikator ini, GoJek, Grab, Maxim, dan InDrive, memiliki pangsa pasar dan skema potongan yang berbeda,” ungkapnya pada Senin (26/5/2025).
Dia menambahkan, pemerintah tidak menutup kemungkinan untuk menurunkan komisi, tetapi harus mempertimbangkan keberlanjutan ekosistem ini. “Kalau saya tidak memikirkan keseimbangan yang berkelanjutan, mungkin bisa saja dilakukan. Tidak ada kesulitan dalam menandatangani aturan potongan 10 persen. Namun, rasanya tidak bijak jika kami tidak mendengarkan semua pihak,” ujar Dudy.
Dia menjelaskan, transportasi daring adalah ekosistem besar dengan banyak kepentingan yang saling terkait. “Ini bukan sekadar bisnis biasa. Ada ekosistem besar di sini, melibatkan pengemudi, perusahaan, UMKM, logistik, hingga masyarakat pengguna. Pemerintah ingin menjaga keberlanjutan dan keseimbangannya,” tambah Dudy.
Data perusahaan menunjukkan, hingga 2024 lebih dari 600 ribu UMKM telah bergabung di GrabFood dan GrabMart. Sejak pandemi Covid-19 hingga Mei 2022, lebih dari 2 juta UMKM telah didigitalisasi melalui Grab dan OVO.
Pada 2023, sekitar 500 ribu UMKM baru masuk ke dalam platform. Gojek juga melaporkan bahwa hingga Oktober 2022, 20,5 juta UMKM telah terdigitalisasi, dengan pertumbuhan signifikan pada 2020 sebesar 80 persen.
Penurunan pendapatan platform juga mengancam kelangsungan program digitalisasi UMKM, insentif pengemudi, dan pengembangan teknologi. Sektor transportasi daring saat ini menjadi sumber penghidupan bagi lebih dari 3 juta orang, menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan Kementerian Komunikasi dan Informatika.
