Mentan: Pemeriksaan Terhadap 25 Produsen Beras, 212 Merek Dalam Proses
BERITA TERBARU INDONESIA, MAJENE — Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan informasi terkini terkait dugaan kasus beras oplosan. Amran mengungkapkan bahwa 25 produsen beras telah diperiksa oleh pihak kepolisian. Mentan menjelaskan, total 212 merek telah dipanggil oleh otoritas terkait. Ia juga menyebutkan bahwa baru saja melakukan komunikasi dengan Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo untuk memastikan proses pembenahan ini terus berlanjut.
“Tadi malam kami berkomunikasi dengan Pak Kapolri. Dari 212 merek beras yang sedang kita proses, telah diperiksa sebanyak 25. Kemungkinan selanjutnya 40-50 merek akan diperiksa secara marathon,” ujar Amran ketika mengunjungi operasi pangan murah di Majene, Sulawesi Barat, pada Ahad (20/7/2025).
Ia berharap semua produsen beras dapat berkolaborasi dengan pemangku kepentingan pangan lainnya untuk menjaga stabilitas. “Anda bisa mendapatkan keuntungan, tapi ini tidak bisa disalahgunakan,” tegas Amran.
Mentan menegaskan bahwa pemerintah tidak akan tinggal diam dan siap untuk menindak tegas produsen atau pengusaha yang terbukti bersalah. Ia mencontohkan kasus pupuk palsu dan minyak goreng yang sebelumnya telah diusut hingga tuntas. Pembenahan ini, jelasnya, adalah sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.
Tujuan utamanya adalah agar semua pihak dapat menikmati sumber daya yang ada dengan kualitas dan harga yang baik. Amran tidak ingin Indonesia mengalami nasib serupa dengan beberapa negara sahabat lainnya.
“Di Malaysia, Jepang, dan Filipina, ada kesulitan terkait beras. Harga beras di Jepang mencapai Rp100 ribu per kilogram. Kita bersyukur harga beras kita berkisar antara Rp13.000 hingga Rp15.000 per kilogram,” ungkap tokoh asal Sulawesi Selatan ini.
Dalam kesempatan yang sama, ia memantau jalannya Gerakan Pangan Murah Beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) di sela-sela kunjungan kerjanya ke Majene. Amran optimis harga beras akan turun dalam dua minggu ke depan.
Pemerintah telah menetapkan 5.302 titik penyaluran beras SPHP di seluruh Indonesia. Penyaluran dilakukan melalui tiga jalur utama yaitu Perum Bulog, Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), dan Gerakan Pangan Murah (GPM). Distribusi dilakukan di ribuan titik, termasuk di Kantor Pos, beberapa BUMN Pangan, PT Pupuk Indonesia (Persero) Holding Company (PIHC), dan Unit Pelaksana Teknis Kementerian Pertanian (UPT Kementan).
