Mirabeth Sonia Tampil Lagi di Pagelaran Sabang Merauke 2025
BERITA TERBARU INDONESIA, JAKARTA — Mirabeth Sonia kembali menjadi salah satu dari ratusan musisi yang berpartisipasi dalam sesi latihan bersama untuk Pagelaran Sabang Merauke – The Indonesian Broadway di Grand Ballroom – Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta Pusat akhir pekan lalu.
Meski sudah pernah terlibat sebelumnya, Mirabeth tetap bersemangat untuk acara tahun ini yang dikatakan memiliki skala lebih besar.
Mirabeth memiliki alasan tersendiri untuk kembali terlibat. Penyanyi dan penulis lagu berusia 33 tahun ini mengaku selalu mendapatkan pembelajaran baru setiap kali berproses setiap tahunnya.
“Di sini, selain mengekspresikan rasa cinta pada Indonesia, saya juga banyak belajar. Ada kepuasan tersendiri. Setiap tahun selalu ada pembelajaran baru,” kata Mirabeth di sela-sela sesi latihan.
Dengan menampilkan beragam seni dan nilai budaya Nusantara, Mirabeth merasa wawasannya sebagai seniman semakin luas.
“Latar belakang saya adalah suku Dayak, jadi mungkin saya hanya tahu tentang Dayak saja. Dari Pagelaran Sabang Merauke, saya jadi tahu budaya lain. Tahun lalu saya belajar tentang Minang, dan banyak budaya yang baru saya ketahui dari acara ini,” tambahnya.
Pagelaran Sabang Merauke – The Indonesian Broadway kali ini mengusung tema Hikayat Nusantara. Mirabeth percaya bahwa pertunjukan ini layak disaksikan oleh mereka yang sudah menonton sebelumnya maupun yang belum berkesempatan.
“Dari sisi penonton, baik yang sudah pernah nonton atau belum, mereka bisa melihat bahwa panggungnya sangat megah. Kostumnya lebih mewah karena melibatkan Jember Fashion Carnaval dan Pesona Gondanglegi,” ujar Mirabeth.
“Seniman yang terlibat juga lebih banyak dan lebih megah. Saya juga pasti akan berganti kostum beberapa kali. Sejauh ini sudah fitting tiga kostum, dan belum tahu apakah akan ada tambahan lagi,” ujarnya.
Pagelaran Sabang Merauke – The Indonesian Broadway dengan tema “Hikayat Nusantara” akan digelar di Indonesia Arena Senayan, Jakarta Pusat pada 23 dan 24 Agustus mendatang.
Sebanyak 31 lagu dan puluhan tarian dari hampir seluruh wilayah Nusantara akan ditampilkan untuk mewakili kekayaan budaya daerah, seperti “Padang Wulan” dari Jawa Tengah, “Bungong Jeumpa” dari Aceh, “Butet” dan “Rambadia” dari Sumatera Utara, hingga “Injit-Injit Semut” dari Jambi dan “Pak Pung Pak Mustafa” dari Riau.
Penonton juga akan diajak menikmati keindahan “Gending Sriwijaya” dari Sumatera Selatan, “Pang Lipang Dang” dari Lampung, “Kambanglah Bungo” dari Sumatera Barat, serta medley modern Remix Pulau Andalas Bersatu yang menyatukan semangat Sumatera.
