Nasihat Imam Al Ghazali untuk Menjauhi Maksiat
BERITA TERBARU INDONESIA, DEPOK–Godaan dari setan seringkali menyeret manusia ke dalam perbuatan maksiat. Namun, Imam Abu Hamid Muhammad ibn Muhammad al-Ghazali, yang dikenal dengan sebutan Imam Al Ghazali, dalam kitab Bidayatul Hidayah memberikan peringatan penting bagi manusia agar berpikir dua kali sebelum melakukan maksiat.
Alim ulama bergelar Hujjatul Islam Zainuddin al-Thusi ini menjelaskan bahwa jika seseorang melakukan maksiat, sesungguhnya ia melakukannya dengan anggota tubuh yang merupakan nikmat dari Allah SWT, yang telah diberikan dan diamanahkan kepada manusia.
Menurut Imam Al Ghazali, penggunaan anggota tubuh atau badan untuk melakukan maksiat berarti menyalahgunakan nikmat yang dianugerahkan Allah serta mengkhianati amanah-Nya. Ia mengibaratkan anggota tubuh manusia sebagai rakyat, sehingga manusia sebagai pemimpin harus bijaksana dalam menjaga dan mengarahkan mereka.
Nabi Muhammad SAW bersabda, “Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya.” (HR Imam Bukhari dan Imam Muslim dari Ibnu Umar Radhiyallahu anhu).
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
“Yauma tasyhadu ‘alaihim alsinatuhum wa aidihim wa arjuluhum bima kanu ya’malun” – “Pada hari ketika lidah, tangan, dan kaki mereka menjadi saksi atas apa yang dahulu mereka kerjakan.” (Surah An-Nur Ayat 24).
Firman Allah SWT lainnya:
“Al-yauma nakhtimu ‘ala afwahihim wa tukallimuna aydihim wa tasyhadu arjuluhum bima kanu yaksibun” – “Pada hari ini Kami membungkam mulut mereka. Tangan mereka berkata kepada Kami dan kaki mereka bersaksi terhadap apa yang dulu mereka kerjakan.” (Surat Yasin Ayat 65)
Berdasarkan ayat-ayat Alquran dan hadist tersebut, Imam Al Ghazali menekankan bahwa seluruh anggota tubuh manusia akan menjadi saksi atas perbuatannya di Padang Mahsyar dengan ucapan yang jelas dan tegas. Anggota tubuh akan mengungkapkan segala rahasia di hadapan Allah. Oleh karena itu, jagalah anggota tubuh dengan baik agar tidak terlibat dalam maksiat.
