Nasihat Ulama Turki tentang Cinta yang Sesuai Syariat
BERITA TERBARU INDONESIA,JAKARTA — Dalam Islam, cinta bukan hanya sekadar perasaan tetapi juga merupakan bentuk ibadah jika diarahkan untuk meraih ridha Allah SWT. Hal ini dibahas secara mendalam oleh ulama besar asal Turki, Badiuzzaman Said Nursi, dalam karyanya ‘Tuntunan Generasi Muda’.
Nursi menjelaskan bahwa mencintai makanan lezat atau buah-buahan segar tidak dilarang selama disertai dengan kesadaran bahwa semua itu adalah anugerah dari Yang Maha Pengasih dan Yang Maha Pemberi Nikmat.
“Kami hanya berpesan agar cintamu terhadap apa yang kau sebutkan sebelumnya adalah demi Allah dan karena cinta kepada-Nya,” ujar Nursi.
Menurut Nursi, dengan cara ini, selera dan nafsu bersinergi dengan rasa syukur, bukan hanya sekadar memenuhi hawa nafsu.
“Makanlah dari rezeki halal dengan perasaan cukup, merenungi bahwa setiap gigitan adalah nikmat Allah, lalu panjatkanlah syukur,” tulis Nursi dikutip dari halamannya.
Selain cinta kepada nikmat dunia, Nursi menekankan pentingnya cinta kepada kedua orang tua sebagai manifestasi kecintaan kepada Allah. Kasih sayang orang tua yang mengiringi proses tumbuh kembang anak, menurut Nursi, adalah amanah Ilahi.
Ketika orang tua memasuki masa tua, tanpa lagi memberikan manfaat materi, kecintaan dan penghormatan anak sejati akan diuji.
Dalam surat al-Isra ayat 23-24, Allah SWT berfirman:
Artinya: “Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya telah berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, jangan sekali-kali kamu mengatakan kepada keduanya perkataan ‘ah’ dan jangan pula membentak mereka. Namun, ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. Rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kasih sayang dan berdoalah, ‘Wahai Tuhanku, kasihilah mereka berdua, sebagaimana mereka berdua telah mendidikku di waktu kecil.'”
Melalui ayat ini, Said Nursi mengajak seluruh anak untuk memelihara hak orang tua dalam lima tingkatan. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya berbakti kepada orang tua serta buruknya sikap durhaka kepada mereka dalam pandangan Alquran.
Penerapan nilai-nilai cinta yang sesuai syariat ini bisa dimulai dari hal-hal kecil, seperti mensyukuri rezeki harian, memilih makanan halal, hingga memberikan perhatian lebih kepada orang tua yang sudah lanjut usia. Dengan demikian, cinta tak lagi sekadar euforia emosional, melainkan pengabdian yang mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Pendekatan Bediuzzaman Said Nursi ini mengajak generasi muda untuk berpikir lebih dalam tentang makna cinta. Bukan hanya merasakannya, tetapi juga mensakralkan setiap tindakan sebagai bentuk ibadah dan syukur kepada Sang Pencipta.
