Khutbah I
BERITA TERBARU INDONESIA, Oleh: Ustadz Muhammad Tantowi, Koordinator Ma’had MTsN 1 Jember
الْحَمْدُ لِلَّهِ الْبَرِّ الرَّحِيْمِ، الْغَفُوْرِ الْحَلِيْمِ، الَّذِىْ يَدْعُوْ إِلَى دَارِ السَّلَامِ وَيَهْدِى مَنْ يَشَآءُ إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيْمٍ. أَشْهَدُ اَنْ لَا…
Jamaah Jumat yang dirahmati Allah,
Surga adalah tempat yang mulia yang Allah SWT siapkan bagi hamba-Nya yang Dia kehendaki. Tidak ada yang dapat memastikan siapa yang akan menjadi penghuninya. Namun demikian, Allah SWT telah menyebutkan sejumlah kriteria penghuni surga dalam Al-Qur’an:
يُدْخِلُ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الأَنْهَارُ إِنَّ اللَّهَ يَفْعَلُ مَا يُرِيدُ
Artinya, “Sesungguhnya Allah akan memasukkan orang-orang yang beriman dan beramal saleh ke dalam surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Sesungguhnya Allah melakukan apa yang Dia kehendaki.” (QS. Al-Hajj: 14)
Menurut Imam al-Qurthubi dalam kitab Tafsir al-Jami’ li Ahkam al-Qur’an, jilid 12 halaman 20, ayat yang dibacakan ini adalah pembuktian atas janji Allah SWT. Bahwa Dia memberi pahala kepada siapa yang Dia kehendaki, dan memberikan siksa kepada siapa yang Dia kehendaki. Surga bagi mukmin adalah bukti nyata dari janji serta anugerah-Nya. Maka dari itu, iman dan amal shalih menjadi kriteria utama bagi siapa saja yang ingin memasuki surga-Nya.
Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,
Dari sekian banyak amal saleh yang diajarkan oleh Rasulullah SAW, terdapat lima amal yang termasuk ringan untuk diamalkan. Namun, begitu besar keutamaannya, hingga Rasulullah SAW menjamin surga bagi siapa saja yang melakukannya, walau hanya salah satunya.
Dalam kitab Tamamul Minnah bi Bayanil Khishalil Mujibah lil Jannah karya al-Allamah Abdullah bin Muhammad bin Shiddiq al-Ghumari, pada halaman 10 hingga 11, diriwayatkan sebuah hadits tentang dialog antara Abu Dzar al-Ghifari RA dengan Nabi Muhammad SAW. Abu Dzar bertanya, “Wahai Rasulullah, amal apakah yang dapat memastikan seorang hamba masuk surga?” Maka Rasulullah SAW pun menjawab:
تُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ
Artinya: “Kamu beriman kepada Allah dan hari akhir.”
Ternyata, dalam jawaban Rasulullah SAW tersebut, beliau tidak menyebutkan iman kepada para rasul dan kitab-kitab mereka. Ini tentu bukan tanpa makna. Justru dari sini kita bisa memahami bahwa keimanan kepada Allah SWT dan hari akhir tidak akan pernah tertanam dengan benar di dalam hati, tanpa terlebih dahulu mengimani para rasul dan kitab-kitab mereka sebagai sumber utama pengetahuan tentang Allah dan hari akhir itu sendiri.
