Skip to content
logo-Berita-Terkini-Indonesia

BTI

Liputan Berita Terkini Indonesia

Primary Menu
  • Home
  • pemerintahan
  • Politik dan Hukum
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Hak Asasi Manusia
  • Home
  • Berita
  • Ahli IPB: Indonesia Harus Aktif dalam Ekonomi Halal
  • Berita

Ahli IPB: Indonesia Harus Aktif dalam Ekonomi Halal

Siti Nurhaliza Juli 9, 2025
pakar-ipb-indonesia-harus-berhenti-jadi-penonton-dalam-ekonomi-halal

Ahli IPB: Indonesia Harus Aktif dalam Ekonomi Halal

BERITA TERBARU INDONESIA, JAKARTA — Ahli ekonomi syariah dari IPB University, Irfan Syauqi Beik, menyatakan bahwa meskipun Indonesia termasuk dalam tiga besar dalam laporan ekonomi Islam dunia, negara ini belum menjadi pemain utama dalam industri halal global. Ia menilai Indonesia masih lebih banyak berperan sebagai pasar konsumsi ketimbang sebagai produsen.

“Indonesia, Alhamdulillah, tetap bertahan pada posisi tiga besar dengan skor yang meningkat dibandingkan tahun lalu. Kita harus bersyukur. Namun, saya berharap kita tidak berpuas diri, karena dari sisi pasokan kita belum terlalu dominan,” ujar Irfan menanggapi State of Global Islamic Economy (SGIE) Report 2024/2025 kepada BERITA TERBARU INDONESIA, Rabu (9/7/2025).

Menurut Irfan, potensi Indonesia sebagai pasar halal memang besar, tetapi belum dibarengi dengan kapasitas produksi dan ekspor yang kuat. “Fokus kita adalah bagaimana memperkuat posisi Indonesia sebagai produsen utama sehingga manfaat ekonomi dari industri halal bisa dinikmati lebih besar lagi oleh Indonesia,” tegasnya.

Laporan SGIE 2024/2025 yang dirilis oleh Bappenas, Indonesia Halal Lifestyle Center (IHLC), dan DinarStandard mencatat bahwa belanja konsumen Muslim global pada sektor-sektor halal utama mencapai 2,43 triliun dolar AS pada 2023. Angka ini diproyeksikan meningkat menjadi 3,36 triliun dolar AS pada 2028, tumbuh rata-rata 5,3 persen per tahun.

Di tengah tren positif tersebut, Irfan mengingatkan bahwa Indonesia belum sepenuhnya mampu menangkap peluang ekonomi secara maksimal. Ia menyoroti sektor pariwisata ramah Muslim sebagai contoh, di mana Indonesia hanya mampu menarik kurang dari 20 persen wisatawan yang mengunjungi destinasi halal di Malaysia. Padahal, Indonesia berada di peringkat kedua untuk kategori Muslim-friendly travel.

“Apakah kita sudah menjadi produsen utama industri pariwisata halal? Jawabannya belum. Jadi ini bukan soal branding saja, tapi bagaimana benar-benar mengisi pasar halal dunia dengan produk dan layanan kita sendiri,” ujarnya.

Ia juga menyinggung pengaruh konflik Israel-Palestina terhadap perubahan perilaku konsumen Muslim global. Menurutnya, kini konsumen tak hanya menilai kehalalan produk, tetapi juga posisi etis dan afiliasi produsen dalam isu kemanusiaan.

“Situasi geopolitik telah menciptakan perubahan pada sisi preferensi konsumen. Meskipun suatu produk itu halal, tetapi ketika ia terafiliasi dengan Israel, maka ada kecenderungan penurunan dari sisi permintaan terhadap produk-produk halal yang terafiliasi dengan Israel tersebut,” jelasnya.

Ia mencontohkan adanya boikot konsumen terhadap beberapa produk makanan cepat saji dan minuman kopi global, yang kemudian digantikan dengan produk lokal atau alternatif dari negara mayoritas Muslim.

Meski menghadapi ketegangan global, Irfan mencatat bahwa industri halal tetap mencatat pertumbuhan sebesar 5,5 persen pada 2023. Hal ini menjadi peluang besar bagi pelaku usaha di Indonesia untuk meningkatkan kualitas dan daya saing produk halal nasional.

“Nilai industri halal terus naik hingga 4,3 triliun dolar. Ini memberikan peluang besar bagi para pelaku usaha industri halal untuk meningkatkan kualitas produk dan layanannya, juga untuk terus melakukan penetrasi ke pasar global,” kata Irfan.

Namun, tantangan bagi Indonesia tetap nyata. Dalam laporan SGIE tahun ini, posisi Indonesia dalam sektor makanan halal justru turun dari peringkat kedua menjadi peringkat keenam. Penurunan ini mencerminkan perlunya penguatan dari sisi produksi dan inovasi, bukan hanya sebagai pasar konsumtif.

Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, menyampaikan bahwa penguatan ekonomi syariah telah dimasukkan sebagai salah satu program prioritas nasional dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029. Salah satu target strategisnya adalah mendorong Indonesia mencapai posisi pertama dalam pemeringkatan Global Islamic Economy Index.

Adapun Wakil Presiden RI ke-13, Ma’ruf Amin, mengingatkan bahwa laporan SGIE adalah pengingat akan tanggung jawab dan peluang besar Indonesia dalam memimpin pembangunan ekonomi syariah yang inklusif dan berkelanjutan.

“Intinya, kita bersyukur performa kita berdasarkan SGIE sudah sangat baik, nomor tiga. Tapi kita sekarang harus lebih fokus untuk menjadi produsen utama industri halal global,” tegas Irfan.

Continue Reading

Previous: KPK: Gubernur Jawa Timur Khofifah Akan Diperiksa di Polda Jatim Besok
Next: Taktik Berkembang di Era Perubahan

Related News

  • Berita

Juru Bicara Gus Yaqut Tanggapi Larangan Bepergian KPK, Berikan 4 Pernyataan

Dewi Anjani Agustus 12, 2025
lewat-gpm-polres-indramayu-jaga-stabilitas-harga-dan-ringankan-beban-masyarakat
  • Berita

Melalui GPM, Polres Indramayu Pertahankan Stabilitas Harga dan Bantu Masyarakat

Rizky Maulana Agustus 12, 2025
kereta-pelabuhan-dan-terminal-di-sulsel-akan-terhubung-begini-rencana-kemenhub
  • Berita

Integrasi Kereta, Pelabuhan, dan Terminal di Sulsel: Rencana Kemenhub

Rizky Maulana Agustus 12, 2025
  • Agustus 2025
  • Juli 2025
  • Juni 2025
  • Mei 2025
  • April 2025
auto7slot auto7slot auto7slot

You may have missed

  • Berita

Juru Bicara Gus Yaqut Tanggapi Larangan Bepergian KPK, Berikan 4 Pernyataan

Dewi Anjani Agustus 12, 2025
lewat-gpm-polres-indramayu-jaga-stabilitas-harga-dan-ringankan-beban-masyarakat
  • Berita

Melalui GPM, Polres Indramayu Pertahankan Stabilitas Harga dan Bantu Masyarakat

Rizky Maulana Agustus 12, 2025
kereta-pelabuhan-dan-terminal-di-sulsel-akan-terhubung-begini-rencana-kemenhub
  • Berita

Integrasi Kereta, Pelabuhan, dan Terminal di Sulsel: Rencana Kemenhub

Rizky Maulana Agustus 12, 2025
viral-meme-tanah-nganggur-diambil-negara-menteri-nusron-minta-maaf-ini-penjelasan-maksudnya
  • Berita

Meme Tanah Nganggur Jadi Viral, Menteri Nusron Meminta Maaf, Berikut Penjelasannya

Dedi Saputra Agustus 12, 2025
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.