Ahli: Rencana Wajib Militer untuk Anak Bermasalah oleh Dedi Mulyadi Tidak Sejalan dengan Pedagogi
Seorang ahli pendidikan dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Cecep Darmawan, berpendapat bahwa rencana untuk menerapkan program wajib militer bagi anak-anak bermasalah di Jawa Barat yang diusulkan oleh Gubernur Dedi Mulyadi bertentangan dengan prinsip pedagogi. Menurutnya, pendekatan ini tidak sesuai dengan metode pendidikan yang seharusnya mendidik anak dengan cara yang lebih humanis dan konstruktif.
Cecep menjelaskan bahwa pedagogi menekankan pada pentingnya memberikan bimbingan dan dukungan yang tepat kepada anak-anak, khususnya mereka yang menghadapi masalah perilaku. Program wajib militer, katanya, dapat mengabaikan kebutuhan individu dari setiap anak dan justru berpotensi memperburuk kondisi mereka.
Ia menambahkan bahwa pendekatan militeristik dapat menimbulkan dampak psikologis yang tidak diinginkan pada anak-anak, yang seharusnya mendapatkan pendekatan lebih lembut dan suportif untuk membantu mereka berkembang menjadi individu yang lebih baik.
Sebagai alternatif, Cecep menyarankan agar pemerintah fokus pada penguatan sistem pendidikan dan penyediaan layanan konseling yang lebih komprehensif. Dengan demikian, anak-anak dapat menerima bantuan yang mereka butuhkan tanpa harus melalui pendekatan yang keras dan kurang sesuai dengan perkembangan anak.
