Penyatuan Pasangan Jamaah Haji Terpisah Terus Dilakukan oleh Syarikah
PPIH Arab Saudi terus melakukan upaya pencatatan untuk menggabungkan pasangan jamaah haji yang terpisah. Pasangan yang berada dalam syarikah yang sama dapat segera disatukan.
- Layanan Bus Shalawat Dibatasi, Jamaah Haji Diimbau Sholat Jumat di Masjid Hotel
- Jadwal Sholat Hari Ini, 23 Mei 2025, Palembang: Meneguhkan Iman di Tengah Kesibukan
- Jadwal Sholat Hari Ini di Jakarta, 23 Mei 2025: Manfaatkan Momentum Ibadah di Setiap Waktu
“Saat ini kami telah mengoordinasikan pencatatan jamaah yang ingin bergabung; jika mereka berada dalam syarikah yang sama, mereka bisa langsung disatukan,” ungkap Kepala Daker Makkah PPIH Arab Saudi Ali Machzumi, Kamis (22/5/2025).
Ali menambahkan bahwa penyatuan ini tidak hanya berlaku untuk pasangan yang terpisah, tetapi juga untuk anak dan orang tua serta pendamping disabilitas. “Namun, untuk yang berbeda syarikah, masih perlu dibicarakan lebih lanjut secara teknis, meskipun pada dasarnya syarikah mengizinkan,” tambah Ali.
Penyatuan pasangan jamaah yang terpisah mendapatkan izin setelah PPIH Arab Saudi mengeluarkan surat edaran mengenai penyatuan tersebut. Meskipun sebenarnya, penyatuan ini sudah terjadi secara alami.
Kepala PPIH Arab Saudi Muchlis Hanafi menginstruksikan agar sektor melakukan pencatatan agar semua jamaah tetap mendapatkan pelayanan dari syarikah. Pasangan dari syarikah yang berbeda, menurutnya, dapat disatukan dengan menerbitkan kartu nusuk baru.
Kepala Sektor 2, Ramlan, menyebutkan bahwa pihak Sektor melakukan pencatatan sesuai dengan arahan dari PPIH Arab Saudi. “Nanti akan dilihat secara sistem, apakah benar mereka suami istri, pendamping atau bukan,” ujarnya.
Ramlan menjelaskan bahwa mekanisme pencatatan dimulai dari ketua regu, dan rombongan kemudian disampaikan ke Sektor. Ia juga meminta petugas yang menemukan pasangan terpisah untuk langsung mencatatnya. “Kami melakukan beberapa skema untuk menjaring,” tambahnya.
Jumlah pasangan terpisah belum diketahui secara pasti. Namun, Muchlis pernah menyebutkan potensi terpisah mencapai 2.500 orang jamaah atau sekitar 1.250 pasangan.
