PBNU Bentuk Aliansi Strategis untuk Pengembangan Investasi Syariah Global
BERITA TERBARU INDONESIA, JAKARTA — Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), melalui Badan Perencanaan Pembangunan PBNU (BAPPENU) yang dipimpin Erick Thohir, membentuk aliansi strategis dengan perusahaan asal Singapura, Harvest Advisor Financial Holdings untuk memperkuat ekosistem investasi syariah di Indonesia dan global.
Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya menyatakan, dalam dua hari terakhir telah ada diskusi mendalam dengan perusahaan tersebut melalui entitas syariahnya, Harvest Syariah Fund.
Kerja sama ini diharapkan dapat membawa dampak signifikan bagi ekonomi umat secara global, terutama di wilayah-wilayah Muslim seperti Asia Tenggara, Timur Tengah, dan Afrika. Menurut Gus Yahya, kolaborasi ini bisa menghadirkan solusi konkret bagi masyarakat melalui jaringan NU yang menjangkau hingga ke pelosok desa.
Gus Yahya menambahkan bahwa kolaborasi ini tidak hanya bersifat nasional tetapi juga dapat menjadi bagian dari upaya global untuk pengembangan berbasis syariah. NU, katanya, memiliki struktur hingga tingkat desa yang dapat aktif menyerap manfaat investasi syariah langsung ke masyarakat.
Dengan dukungan dari Harvest Fund yang memiliki keahlian manajemen, kapasitas teknologi, dan jaringan internasional, kerja sama ini dapat menjangkau bidang selain keuangan, seperti kesehatan, otomotif, dan sistem pendidikan NU, termasuk pesantren dan madrasah.
Fokus awal dari kolaborasi ini adalah pengembangan sistem pendanaan dan investasi bisnis sesuai prinsip-prinsip syariah. Pengembangan ekonomi syariah saat ini telah menjadi prioritas strategis nasional, sebagaimana tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) dan Nawacita Presiden.
Gus Yahya juga menyebut kemitraan ini sebagai langkah penting untuk mengukuhkan posisi Indonesia sebagai pusat keuangan Islam global, mengingat potensi besar Indonesia sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar belum sepenuhnya dimanfaatkan secara maksimal.
Platform Harvest Syariah Fund yang dibangun bersama PBNU ini bertujuan menyediakan solusi investasi terstruktur dan sesuai syariah, tidak hanya menarik modal global tetapi juga mendorong pembangunan nasional yang inklusif dan berkelanjutan.
Managing Director Harvest Advisor Financial Holdings, Andrew Tan, menjelaskan bahwa Harvest memiliki pengalaman dan keahlian di bidang investasi, teknologi, dan jejaring strategis, terutama dengan mitra di Timur Tengah seperti Uni Emirat Arab dan Arab Saudi. Keunggulan ini diharapkan dapat mendukung Indonesia menjadi pusat industri halal dunia dengan PBNU sebagai salah satu pelaku utamanya.
