Pegawai Kelurahan di Indramayu Diberi Pelatihan Bahasa Isyarat untuk Melayani Teman Tuli
BERITA TERBARU INDONESIA, INDRAMAYU — Di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, terdapat ratusan penyandang tuna rungu. Selama ini, mereka menghadapi kesulitan dalam mendapatkan pelayanan dari pemerintah, termasuk di kelurahan, karena kurangnya kemampuan pegawai dalam memahami bahasa isyarat.
Menanggapi situasi ini, PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Refinery Unit VI Balongan menyelenggarakan pelatihan Bahasa Isyarat Indonesia (Bisindo) bagi pegawai kelurahan. Acara ini berlangsung di Kelurahan Lemah Mekar, Kecamatan Indramayu.
Lurah Kelurahan Lemah Mekar, Umar Dani, menjelaskan bahwa kegiatan ini adalah hasil dari SK Lurah Nomor 8 tahun 2024 mengenai Penetapan Kampung Ramah Disabilitas di Kelurahan Lemahmekar, Kecamatan Indramayu. Pelaksanaan ini berfokus di Jalan Istiqomah, yang selama ini menjadi lokasi pelaksanaan Program CSR Pertamina RU VI Balongan.
Umar menuturkan bahwa pegawai kelurahan selama ini tidak maksimal dalam melayani disabilitas tuna rungu (teman tuli) karena kendala komunikasi. Sebab, para pegawai belum menguasai bahasa isyarat yang digunakan oleh teman tuli.
“Dengan adanya pelatihan dasar-dasar bahasa isyarat, kami berharap pelayanan bisa lebih baik dan maksimal,” ungkap Umar, Sabtu (26/4/2025).
Dalam pelatihan ini, pegawai kelurahan dibimbing oleh Tarjono, Juru Bahasa Isyarat (JBI) dari Indramayu. Mereka belajar dasar-dasar Bisindo seperti huruf, angka, dan kata-kata umum yang sering digunakan.
Turut hadir Ketua Gerkatin (Gerakan untuk Kesejahteraan Tuna Rungu Indonesia) Indramayu, Ilham Al Ghozali, yang ikut serta dalam mengajarkan praktik gerakan bahasa isyarat. Kepala Seksi Kesejahteraan Sosial Kecamatan Indramayu, Lilis Lestiawati, menyambut baik pelatihan Bisindo yang diadakan oleh PT KPI Unit VI Balongan. Ia berharap pelatihan serupa dapat diadakan lagi untuk desa-desa dan kelurahan lain di Indramayu.
“Pelatihan ini sangat penting agar pelayanan kepada tuna rungu tidak terhambat,” jelas Lilis.
Sementara itu, Area Manager Communication, Relation and CSR PT KPI Unit VI Balongan, Mohamad Zulkifli menyatakan bahwa kegiatan ini adalah bagian dari implementasi program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Kilang Pertamina Balongan. Tujuan pelatihan ini adalah agar para pegawai kelurahan memiliki pemahaman dan kemampuan berkomunikasi dengan tuna rungu.
“Semoga ketika teman tuna rungu datang terkait urusan administrasi di kantor kelurahan, para pegawai kelurahan sudah bisa berkomunikasi menggunakan bahasa isyarat,” ujar Zulkifli.
