Pelajar Terlibat dalam Program Moderasi Beragama, Kemenag: Harus Diajarkan Sejak Dini
BERITA TERBARU INDONESIA, SUMENEP — Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur meningkatkan program moderasi beragama sebagai langkah untuk memperdalam pemahaman toleransi beragama di kalangan pelajar di daerah tersebut.
“Program dan nilai-nilai moderasi beragama perlu diperkenalkan sejak dini bagi pelajar, karena mereka adalah generasi penerus bangsa ini,” ujar Kepala Kemenag Sumenep Abdul Wasid di Sumenep, Jawa Timur, Kamis.
Ia menjelaskan, moderasi beragama adalah sebuah sistem nilai dimana pemahaman dan pengamalan ajaran agama harus dilakukan secara adil dan seimbang, agar tidak terjebak dalam perilaku ekstrem atau berlebihan.
Moderasi beragama bertujuan untuk menciptakan pemahaman agama yang moderat, menghormati, dan menghargai kebebasan beragama orang lain.
“Klaim kebenaran agama yang berlebihan dapat berpotensi menjadikan seseorang penganut yang ekstrem, yang pada akhirnya menciptakan pemahaman yang sempit dan menganggap paham yang berbeda adalah salah. Ini jelas tidak benar,” katanya.
Oleh karena itu, lanjutnya, untuk membangun pemahaman agama yang moderat, fleksibel, dan terbuka, perlu dilakukan pelatihan dan pendidikan mengenai keberagamaan serta pentingnya menghargai perbedaan pandangan antara berbagai kelompok.
Kepala Kemenag Abdul Wasid menyatakan, sebelumnya program moderasi beragama hanya difokuskan pada pengasuh pondok pesantren, namun kini juga diperluas kepada kalangan pelajar di berbagai lembaga pendidikan.
Salah satunya adalah Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Sumenep.
Di lembaga tersebut, pendidikan nilai dan moderasi beragama dikemas dalam format dialog dan melibatkan perwakilan siswa dari berbagai lembaga pendidikan di Kabupaten Sumenep.
Menurut Abdul Wasid, program moderasi beragama ini juga akan menjangkau siswa di kepulauan, sehingga cakupan program tersebut bisa lebih luas dan menyentuh seluruh lapisan masyarakat.
“Ini kami lakukan karena merupakan program strategis Kemenag Sumenep dalam mendukung penguatan moderasi beragama di lembaga pendidikan dan masyarakat luas,” katanya.
