Skip to content
logo-Berita-Terkini-Indonesia

BTI

Liputan Berita Terkini Indonesia

Primary Menu
  • Home
  • pemerintahan
  • Politik dan Hukum
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Hak Asasi Manusia
  • Home
  • agama dan kehidupan sosial
  • Pembimas Ajak Umat Beragama Berperan Nyata untuk Indonesia Emas 2045
  • agama dan kehidupan sosial

Pembimas Ajak Umat Beragama Berperan Nyata untuk Indonesia Emas 2045

Intan Permatasari Juni 16, 2025
pembimas-dorongkontribusi-nyata-umat-beragama-wujudkan-indonesia-emas-2045

Pembimas Ajak Umat Beragama Berperan Nyata untuk Indonesia Emas 2045

BERITA TERBARU INDONESIA, SLEMAN — Di perayaan ulang tahun ke-16 Gereja Bethel Indonesia (GBI) Teleios Yogyakarta, acara ini tidak sekadar menjadi ajang syukur atas perjalanan iman, tetapi juga memperkuat peran gereja dalam pembangunan bangsa. Berbagai tokoh dari sektor berbeda hadir dan menekankan pentingnya kontribusi nyata jemaat dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa.

Plt Pembimas Kristen Kanwil Kemenag DIY, Abd. Su’ud, menyampaikan pandangan mendalam tentang visi Indonesia Emas 2045. Ia menjelaskan bahwa Indonesia Emas 2045 bukan sekadar slogan, melainkan kerangka berpikir yang memerlukan tindakan nyata dari semua elemen bangsa, termasuk gereja. Ia mengajak jemaat GBI Teleios untuk memahami slogan tersebut sebagai panggilan untuk bertindak.

“Ada dua hal yang ingin saya sampaikan. Pertama, kita telah diberikan satu kerangka pemikiran untuk menyongsong Indonesia Emas tahun 2045. Jargon atau tagline Indonesia Emas 2045 bukan sekadar slogan, mari kita wujudkan,” ujarnya, Minggu (16/6/2025) malam.

Su’ud mengingatkan bahwa Yogyakarta memiliki sejarah panjang sebagai wilayah inklusif yang menampung keberagaman, dengan tata kota yang dirancang langsung oleh Sri Sultan Hamengku Buwono I. Ia menyebutkan kampung Sayidan untuk keturunan Arab, Ketandan untuk Tionghoa, dan Kota Baru untuk Jawa, yang semuanya bersatu dalam kedekatan dengan Keraton sebagai simbol pusat kehidupan.

Su’ud juga menyoroti fenomena anomali di DIY, di mana provinsi ini termasuk dalam daftar 10 besar termiskin di Indonesia namun memiliki usia harapan hidup tertinggi di negeri ini. Ia melihat bahwa kehidupan harmonis dan religius menjadi faktor utama yang menjaga kesejahteraan sosial masyarakat meski tantangan ekonomi tetap ada.

Ia menegaskan bahwa “Jogja Istimewa” bukan hanya sekadar slogan administratif, tetapi warisan filosofi hidup dari Ngarso Dalem yang harus dijaga dan dilanjutkan oleh semua umat beragama, termasuk jemaat GBI Teleios. Dalam era modern ini, ia mengajak seluruh umat beragama, khususnya jemaat GBI Teleios, untuk berperan dalam visi besar bangsa dengan menjadi garam dan terang dunia.

“Nuansa keagamaan memiliki ruang tersendiri dalam pola kehidupan kita melalui umat beragama. Ini luar biasa. Mari kita sebagai umat beragama bisa memberikan kontribusi di situ, lewat apa yang bisa kita lakukan,” serunya.

Mewakili Wakil Bupati Sleman, Kepala Kesbangpol Sleman, Indra Darmawan, turut mengapresiasi perjalanan pelayanan GBI Teleios selama 16 tahun. Ia menyebut kontribusi gereja dalam menjaga kerukunan antarumat beragama sebagai pilar penting pembangunan Sleman. Ia juga menekankan pentingnya menjadikan ulang tahun gereja sebagai momentum untuk merenungkan kembali komitmen spiritual dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Selama 16 tahun, GBI Teleios telah memberikan dedikasinya dalam membangun kerjasama umat beragama. Saya mengajak seluruh jemaat gereja untuk bersama berkontribusi dan berpartisipasi aktif dalam membentuk masyarakat Sleman yang maju, adil, lestari, dan berkeadaban,” ujarnya.

Gembala GBI Teleios, Pdt Arif Ariyanto, menyatakan bahwa bertahannya gereja hingga usia ke-16 bukan karena kekuatan manusia semata, melainkan karena anugerah Tuhan. Namun, menurutnya, gereja tidak boleh berhenti pada perayaan, melainkan harus terus memberi dampak nyata. Pdt. Arif menjelaskan bahwa gereja harus selalu dekat dengan masyarakat dan pemerintah.

“Gereja tidak boleh jauh dari pemerintah, harus menjadi mitra pembangunan. Gereja harus menjadi pilar bagi masyarakat, menjadi berkah bagi masyarakat, harus bertumbuh dan bergandeng tangan dengan para pemimpin,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua panitia perayaan, Subworo Hadi, menyoroti transformasi GBI Teleios dari awal yang sederhana hingga kini melayani ratusan jemaat. Menurutnya, ini merupakan tanda kehadiran Tuhan yang harus dijawab dengan pelayanan yang berkelanjutan. Ia juga menyampaikan bahwa bukan hanya pada acara ini saja, nantinya juga akan ada bakti sosial yang akan dilakukan pada tanggal 20 Juni mendatang melibatkan 200 warga sekitar, dengan layanan berupa pemeriksaan kesehatan gratis, donor darah, dan pembagian kacamata gratis.

“Kami siap melanjutkan bahwa tidak cukup sampai di sini, kami harus terus melanjutkan karena banyak jiwa yang harus diselamatkan. Rencananya tanggal 20 akan ada bakti sosial, ada 200 warga sekitar yang akan kita lakukan pengecekan kesehatan gratis,” ujarnya.

Continue Reading

Previous: IHR Cup 2025: Memprioritaskan Perlindungan Atlet dan Kuda
Next: Israel Kembali Berdusta, Klaim Tak Ingin Menggulingkan Pemerintahan Iran Namun Usulkan Pembunuhan Ali Khamenei ke AS
  • Agustus 2025
  • Juli 2025
  • Juni 2025
  • Mei 2025
  • April 2025
auto7slot auto7slot auto7slot

You may have missed

  • Berita

Juru Bicara Gus Yaqut Tanggapi Larangan Bepergian KPK, Berikan 4 Pernyataan

Dewi Anjani Agustus 12, 2025
lewat-gpm-polres-indramayu-jaga-stabilitas-harga-dan-ringankan-beban-masyarakat
  • Berita

Melalui GPM, Polres Indramayu Pertahankan Stabilitas Harga dan Bantu Masyarakat

Rizky Maulana Agustus 12, 2025
kereta-pelabuhan-dan-terminal-di-sulsel-akan-terhubung-begini-rencana-kemenhub
  • Berita

Integrasi Kereta, Pelabuhan, dan Terminal di Sulsel: Rencana Kemenhub

Rizky Maulana Agustus 12, 2025
viral-meme-tanah-nganggur-diambil-negara-menteri-nusron-minta-maaf-ini-penjelasan-maksudnya
  • Berita

Meme Tanah Nganggur Jadi Viral, Menteri Nusron Meminta Maaf, Berikut Penjelasannya

Dedi Saputra Agustus 12, 2025
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.