Pemilik Klub Liga 1 Optimistis Musim 2024/2025 Semakin Adil dan Berkembang
BERITA TERBARU INDONESIA, JAKARTA — Beberapa pemilik klub BRI Liga 1 menilai positif pelaksanaan kompetisi musim 2024/2025. Kompetisi sepak bola tertinggi di Indonesia ini dianggap lebih maju dibandingkan musim sebelumnya.
Penerapan Video Assistant Referee (VAR), hadirnya wasit asing di pertandingan-pertandingan krusial, serta kepastian jadwal yang lebih terstruktur membuat kompetisi Liga 1 semakin kompetitif, lebih profesional, dan mendapatkan kepercayaan lebih besar dari pemilik klub serta masyarakat. Meski masih ada beberapa catatan agar pamor Liga 1 bisa bersaing dengan liga-liga di Asia Tenggara.
- Pekan ke-34 Menentukan Nasib Semen Padang, PSS Sleman, dan Barito Putera di Liga 1, Ini Jadwalnya
- Hanif Sjahbandi tak Masalah Jika Liga 1 Gunakan 11 Pemain Asing
- Tottenham Akhiri Puasa Trofi, Juara Liga Europa Kalahkan Manchester United 1-0
Chief Executive Officer (CEO) Persebaya, Azrul Ananda, merasakan pengalaman berbeda setelah tujuh tahun mengelola klub berjulukan Bajul Ijo itu pada musim kompetisi Liga 1 2024/2025. Dulu, perubahan hanya sebatas janji. Namun musim ini, perubahan nyata terlihat karena PSSI di bawah Erick Thohir berhasil memerintahkan operator untuk menerapkan banyak perubahan.
“Mulai dari VAR, penggunaan wasit asing, hingga yang terpenting, kepastian jadwal. Meskipun ada beberapa kekurangan, skalanya kecil dibandingkan dengan perubahan yang mengarah kepada peningkatan mutu dan kualitas liga,” ujar Azrul saat dihubungi Sabtu (24/5/2025).
Azrul menyoroti pentingnya kepastian jadwal kompetisi yang tidak bentrok dengan agenda timnas atau FIFA Match Day. Menurutnya, klub sepak bola seperti perusahaan.
“Karena penjadwalan kompetisi sudah pasti dan izin pertandingan juga jelas, maka kami sebagai pengelola bisa mengatur klub sebaik mungkin, bahkan lebih profesional. Jika hal ini bisa terus ditingkatkan, maka saya optimistis kita bisa meningkatkan kualitas liga Indonesia di level ASEAN dan Asia,” tambahnya.
Hal yang sama diungkapkan oleh direktur teknik klub Maluku United, Yeyen Tumena. Mantan pemain timnas yang kontraknya sebagai direktur teknik diperpanjang setelah membawa klub debutan itu ke peringkat tiga klasemen Liga 1. Ia menilai perubahan dan peningkatan kompetisi musim 2024/2025 memberikan angin segar bagi pendatang baru seperti Naga Gamalama, julukan Malut.
“Perubahan pada musim ini sangat kondusif bagi klub debutan seperti Malut. Penggunaan VAR meningkatkan fairness, meskipun sering memerlukan waktu lama untuk melihat VAR. Bisa 4-6 menit pemain tidak bergerak. Mungkin jika lebih cepat lebih baik agar intensitas pertandingan tidak turun setelah pemeriksaan VAR yang lama,” ujarnya.
