Pemprov Jakarta Tingkatkan Layanan Transjabodetabek Sebelum Menerapkan Jalan Berbayar
BERITA TERBARU INDONESIA, JAKARTA — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta belum akan memberlakukan sistem jalan berbayar elektronik (ERP) atau peningkatan tarif parkir dalam waktu dekat. Pemprov lebih memilih untuk meningkatkan layanan transportasi publik sebagai langkah awal.
Staf Khusus Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta, Chico Hakim, menyatakan bahwa memperluas layanan Transjabodetabek menjadi prioritas utama. Langkah ini diambil untuk memudahkan masyarakat dalam mengakses transportasi umum di wilayah Jakarta dan sekitarnya.
Pemprov juga berniat untuk menambah layanan Mikrotrans di daerah penyangga Jakarta. Angkutan kota ini diharapkan dapat berfungsi sebagai feeder menuju Transjabodetabek dan moda transportasi massal lainnya.
“Misalnya, jarak Mikrotrans dari kediaman warga tidak boleh lebih dari 200 meter, sehingga memudahkan akses ke bus Transjakarta atau moda transportasi massal lainnya,” ungkap Chico.
Menurutnya, integrasi layanan transportasi ini menjadi fondasi untuk menggalakkan penggunaan transportasi massal sebagai bagian dari gaya hidup masyarakat. Kenyamanan dan keamanan pengguna angkutan umum juga menjadi prioritas dalam pembangunan sistem ini.
Chico menekankan bahwa sistem ERP dan peningkatan tarif parkir baru akan diterapkan setelah perluasan layanan selesai dan masyarakat terbiasa menggunakan transportasi umum.
“Kita tunggu saja waktunya. Tentu setelah rute diperbanyak dan masyarakat menjadikan transportasi massal sebagai pilihan utama, barulah kita akan menerapkan ERP dan menaikkan tarif parkir,” ujarnya.
