Skip to content
logo-Berita-Terkini-Indonesia

BTI

Liputan Berita Terkini Indonesia

Primary Menu
  • Home
  • pemerintahan
  • Politik dan Hukum
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Hak Asasi Manusia
  • Home
  • Berita
  • Sistem Pengawasan AI Diklaim Dapat Capai ‘0 Persen Insiden’ di Dapur MBG
  • Berita

Sistem Pengawasan AI Diklaim Dapat Capai ‘0 Persen Insiden’ di Dapur MBG

Andi Pratama Agustus 6, 2025
pengawasan-berbasis-teknologi-ai-ini-diklaim-bisa-wujudkan-0-persen-insiden-di-dapur-mbg

Pengawasan AI Dapat Mewujudkan ‘0 Persen Insiden’ di Dapur MBG

BERITA TERBARU INDONESIA, JAKARTA — Sistem pemantauan berbasis CCTV dengan teknologi Kecerdasan Buatan (AI) diklaim mampu meningkatkan pengawasan operasional dan keamanan pangan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Sistem ini dianggap sebagai inovasi untuk memastikan prinsip keamanan pangan terpenuhi dengan cara yang modern, menyeluruh, berkelanjutan, dan dapat dipertanggungjawabkan secara publik.

Direktur Eksekutif Indonesia Food Security Review (IFSR) Glory Harimas Sihombing menyatakan bahwa keunggulan dari sistem ini adalah keterjangkauannya. Dengan biaya hanya Rp 30 per porsi makanan, dapur pelaksana atau SPPG Program MBG bisa mendapatkan sistem pengawasan modern yang terjangkau. “Dengan nilai tersebut, sistem ini menjadi efisien dan dapat diperluas untuk mencapai standar dapur 0 persen insiden di SPPG seluruh Indonesia,” katanya dalam keterangannya, Rabu (6/8/2025).

Dia menambahkan, sistem ini akan terus dikembangkan dan diharapkan bisa diintegrasikan ke dalam jaringan dapur MBG di seluruh Indonesia. Sistem ini sebagai kontribusi nyata dari dunia teknologi dan inovasi dalam mendukung agenda besar pemerintah untuk menyediakan layanan pangan yang bergizi, aman, terpercaya, dan berkelanjutan bagi anak dan ibu di seluruh Indonesia.

Sistem yang dikembangkan bersama oleh IFSR dan Kreasi Binar Indonesia (KBI) ini disebut sebagai respons konkret terhadap lima penyebab utama keracunan makanan yang sering ditemukan di lapangan, yaitu proses pengolahan makanan yang tidak terjaga, manajemen bahan makanan yang buruk, ketidaksesuaian rencana jadwal kerja, kelalaian dalam penerapan prosedur keselamatan dan kebersihan, serta potensi masuknya kontaminan dalam rantai pasok.

Risiko-risiko tersebut dinilai secara langsung dapat memengaruhi kualitas dan keamanan makanan yang dikonsumsi oleh anak-anak penerima manfaat.

Chief Executive Officer KBI Satya Nugraha menyatakan, dengan dukungan teknologi AI, sistem CCTV ini memungkinkan seluruh proses di dapur, mulai dari penerimaan bahan baku, pemrosesan, pemorsian, hingga distribusi dapat dipantau secara otomatis, objektif, dan real-time. Artinya, pengawasan tidak lagi bergantung pada laporan manual.

“Teknologi ini dilengkapi dengan kemampuan untuk mendeteksi pelanggaran prosedur, memberikan peringatan dini, merekam bukti visual operasional, menghitung jumlah orang, dasbor terpusat, deteksi aktivitas dan analisis perilaku, rekaman ulang, serta menghasilkan laporan otomatis untuk kebutuhan audit, evaluasi, dan investigasi,” ujarnya.

Vice Executive Director IFSR Alfatehan Septianta mengatakan, inovasi CCTV berbasis AI ini akan ditampilkan secara langsung dalam Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2025. Acara tersebut diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi bekerja sama dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) pada 7–9 Agustus 2025 di Sasana Budaya Ganesa (Sabuga), ITB, Bandung.

“Pada kesempatan ini, pengunjung KSTI dapat menyaksikan demonstrasi real-time sistem CCTV AI yang dikembangkan oleh IFSR dan KBI untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis, mulai dari pemantauan aktivitas operasional dapur, hingga visualisasi laporan otomatis melalui dasbor digital,” ujarnya.

Dia menambahkan, peluncuran teknologi CCTV dengan AI ini adalah bagian dari inisiatif bersama menuju ‘Dapur 0% Insiden’, yakni dapur tanpa keracunan makanan, kecelakaan kerja, atau praktik korupsi, sehingga dapur tidak hanya memenuhi standar kebersihan dan keamanan, tetapi juga mampu menunjukkan transparansi dan efisiensi secara menyeluruh.

Peluncuran ini menandai inisiatif besar IFSR dan KBI dalam merekomendasikan metode untuk menyempurnakan tata kelola program pemerintah yang lebih sistematis, transparan, dan berbasis teknologi. Inisiatif ini diharapkan menjadi kontribusi nyata dalam menciptakan standar layanan publik yang akuntabel, aman, dan berkelanjutan.

Continue Reading

Previous: Cerita Mahasiswa Terdampak Pemblokiran Rekening Dormant: Keterlambatan Bayar Kos dan Dana Darurat Tak Terjangkau
Next: Menikmati Pameran Flona 2025 di Lapangan Banteng

Related News

  • Berita

Juru Bicara Gus Yaqut Tanggapi Larangan Bepergian KPK, Berikan 4 Pernyataan

Dewi Anjani Agustus 12, 2025
lewat-gpm-polres-indramayu-jaga-stabilitas-harga-dan-ringankan-beban-masyarakat
  • Berita

Melalui GPM, Polres Indramayu Pertahankan Stabilitas Harga dan Bantu Masyarakat

Rizky Maulana Agustus 12, 2025
kereta-pelabuhan-dan-terminal-di-sulsel-akan-terhubung-begini-rencana-kemenhub
  • Berita

Integrasi Kereta, Pelabuhan, dan Terminal di Sulsel: Rencana Kemenhub

Rizky Maulana Agustus 12, 2025
  • Agustus 2025
  • Juli 2025
  • Juni 2025
  • Mei 2025
  • April 2025
auto7slot auto7slot auto7slot

You may have missed

  • Berita

Juru Bicara Gus Yaqut Tanggapi Larangan Bepergian KPK, Berikan 4 Pernyataan

Dewi Anjani Agustus 12, 2025
lewat-gpm-polres-indramayu-jaga-stabilitas-harga-dan-ringankan-beban-masyarakat
  • Berita

Melalui GPM, Polres Indramayu Pertahankan Stabilitas Harga dan Bantu Masyarakat

Rizky Maulana Agustus 12, 2025
kereta-pelabuhan-dan-terminal-di-sulsel-akan-terhubung-begini-rencana-kemenhub
  • Berita

Integrasi Kereta, Pelabuhan, dan Terminal di Sulsel: Rencana Kemenhub

Rizky Maulana Agustus 12, 2025
viral-meme-tanah-nganggur-diambil-negara-menteri-nusron-minta-maaf-ini-penjelasan-maksudnya
  • Berita

Meme Tanah Nganggur Jadi Viral, Menteri Nusron Meminta Maaf, Berikut Penjelasannya

Dedi Saputra Agustus 12, 2025
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.