Pemimpin Baru Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia Rancang Program Berdasarkan Asta Cita Prabowo
Berita Terbaru Indonesia, JAKARTA — Ingrid Kansil kembali dipercaya sebagai Ketua Umum Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (Ipemi) untuk periode 2025-2030 melalui pemilihan secara aklamasi di Muktamar Ipemi III yang digelar di Royal Kuningan, Jakarta. Ingrid berkomitmen untuk mendukung UMKM perempuan dan menyusun program kerja yang sejalan dengan Asta Cita.
“Alhamdulillah, saya kembali mendapat kepercayaan dari rekan-rekan untuk memimpin Ipemi. Amanah ini akan saya jalankan sesuai dengan prinsip-prinsip Islam,” ujar Ingrid dalam pernyataan tertulis di Jakarta, Rabu (7/5/2025).
Ingrid berjanji akan menjalankan amanah ini dengan penuh tanggung jawab, terutama dalam memberdayakan UMKM perempuan guna meningkatkan perekonomian, mengingat potensi ekonomi kreatif saat ini sangat besar.
Inggrid juga berupaya untuk mewujudkan Asta Cita yang dicetuskan oleh Presiden Prabowo Subianto. Ipemi, lanjut Inggrid, akan terus mendukung penguatan ekonomi nasional melalui peningkatan lapangan kerja, kewirausahaan, pengembangan SDM berkualitas, dan peningkatan peran perempuan.
Meskipun demikian, Ingrid menyadari bahwa tekadnya tidak bisa diwujudkan sendirian. Oleh karena itu, Ipemi akan meningkatkan sinergi dengan berbagai kementerian yang bertujuan untuk meningkatkan peran perempuan dan UMKM demi kemajuan ekonomi bangsa.
“Saya akan melanjutkan perjuangan dan merumuskan program yang sejalan dengan stakeholders, dalam hal ini kementerian terkait,” sambung Ingrid.
Inggrid mencontohkan kerja sama dengan Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemekraf), seperti program Desa Kreatif. Menurut Ingrid, program ini bertujuan untuk membangun desa dengan menekankan pada kreativitas, inovasi, dan kearifan lokal untuk mengembangkan ekonomi dan sosial masyarakat.
Ipemi juga menyambut baik delapan program unggulan dari Kemenekraf. Pertama, penguatan data ekraf. Kedua, penguatan regulasi, kebijakan, dan kelembagaan ekraf. Ketiga, penguatan kapabilitas untuk peningkatan pendapatan pelaku ekraf. Keempat, pengembangan infrastruktur ekraf.
Kelima, sinergi hexahelix ekraf dalam penguatan produk lokal. Keenam, peningkatan pangsa pasar domestik dan global. Ketujuh, pengembangan akses pendanaan, pembiayaan, dan investasi ekraf. Kedelapan, penguatan ekosistem kekayaan intelektual.
“Sebagai upaya memberikan kontribusi terhadap negara, terutama dalam menciptakan wirausaha baru dan mencapai target pertumbuhan ekonomi,” ucap Ingrid.
Ingrid menyampaikan bahwa banyak program kerja yang dapat dieksplorasi bersama Kementerian UMKM seperti Bantuan Langsung Tunai (BLT) UMKM, Pelatihan dan Pendampingan, Sapa UMKM, atau business matching. Selain melakukan sinergi, ucap Inggrid, Ipemi akan terus meminta agar pemerintah mendukung pengembangan UMKM perempuan.
“Ini mencakup kemudahan akses permodalan, memberikan pelatihan dan pengembangan, menyediakan pemasaran dan digitalisasi, serta memberikan regulasi dan perlindungan usaha,” kata Inggrid.
