Penjelasan Imam al Ghazali Mengenai 7 Golongan Orang Bersyahadat
BERITA TERBARU INDONESIA, JAKARTA — Kalimat syahadat atau pengakuan merupakan dasar bagi seseorang untuk memeluk Islam. Di dalamnya terdapat dua pengakuan. Pertama, tiada Tuhan selain Allah, yang dimaksudkan untuk menundukkan diri sebagai ciptaan, mengakui bahwa Tuhan hanyalah Allah dan tiada yang lain.
Kedua, adalah pengakuan bahwa Nabi Muhammad merupakan utusan Allah. Walaupun ada nabi dan rasul sebelumnya, seperti Isa, Yahya, Musa, dan lainnya, Nabi Muhammad juga termasuk sebagai nabi dan utusan Allah yang membawa risalah tauhid berupa Islam untuk disebarluaskan kepada semua orang.
Pertama, golongan yang sekadar berucap
Ini mengacu pada mereka yang hanya mengucapkan dua kalimat syahadat tanpa menghayati makna yang terkandung di dalamnya. Al Ghazali mengkritik keras orang-orang semacam ini, menyebut mereka seperti binatang ternak, bahkan lebih sesat lagi.
Orang yang bersyahadat seperti ini persis seperti yang digambarkan Allah dalam Surah al Hujurat ayat 14 berikut ini, “Orang-orang Arab Badui itu berkata: ‘Kami telah beriman’. Katakanlah: ‘Kamu belum beriman, tapi katakanlah ‘kami telah tunduk’, karena iman itu belum masuk ke dalam hatimu; dan jika kamu taat kepada Allah dan Rasul-Nya, Dia tidak akan mengurangi sedikitpun pahala amalanmu; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
Ulama ahli tafsir Abdurrahman as-Sa’di menjelaskan bahwa Allah mengabarkan mengenai perkataan orang-orang Arab Badui. Mereka adalah orang-orang yang masuk Islam di masa Rasulullah tanpa pengetahuan dan tidak menunaikan kewajiban keimanan, namun mengklaim telah beriman dengan keimanan penuh. Allah memerintahkan Rasul-Nya untuk membantah mereka, “Katakanlah (kepada mereka), ‘Kamu belum beriman’.”
Artinya, janganlah mengklaim kedudukan iman yang sempurna secara lahir maupun batin, tetapi katakanlah, “Kami telah tunduk”, yaitu telah masuk Islam dan cukup dengan itu, karena iman belum masuk ke dalam hati. Hanya Islam karena takut atau mengharap sesuatu, pancaran iman belum merasuk ke dalam hati.
