Ketegangan Iran-Israel Memanas, IHSG Anjlok
BERITA TERBARU INDONESIA, JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (19/6/2025) sore berakhir melemah karena pelaku pasar mencermati peningkatan konflik geopolitik di kawasan Timur Tengah. IHSG turun sebanyak 139,15 poin atau 1,96 persen ke posisi 6.968,64. Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 jatuh 17,95 poin atau 2,26 persen ke posisi 774,81.
“IHSG dan bursa regional Asia bergerak melemah karena kekhawatiran pelaku pasar yang terpengaruh oleh meningkatnya ketegangan antara Israel dan Iran,” kata Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, di Jakarta, Kamis (19/6/2025).
- IHSG Ditutup Melemah, Pasar Masih Tertekan Ketegangan Iran-Israel
- Tensi Geopolitik Terkendali, IHSG Dibuka Menguat
- IHSG Dibuka Menguat di Tengah Bayangan Konflik Iran-Israel
Amerika Serikat (AS) dikabarkan sedang mempersiapkan serangan potensial terhadap Iran, yang menambah kekhawatiran akan ketidakstabilan kawasan dan kemungkinan keterlibatan AS yang lebih dalam. Hal ini terjadi saat AS mempertimbangkan potensi konflik langsung dengan Iran. Pejabat tinggi AS sedang mempersiapkan kemungkinan serangan terhadap Iran dalam beberapa hari ke depan.
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump telah mengadakan pertemuan dengan Dewan Keamanan Nasional untuk membahas ketegangan antara Iran dan Israel, serta mempertimbangkan kemungkinan keterlibatan dalam serangan militer Israel terhadap Iran.
Ini berpotensi meningkatkan ketegangan internasional dan eskalasi konflik, yang dapat mengakibatkan kerugian besar serta berdampak pada stabilitas regional dan hubungan diplomatik AS dengan negara-negara lain.
Sementara itu, dalam pertemuannya, The Fed mempertahankan suku bunga pada tingkat 4,25-4,50 persen. Pasar menilai keputusan tersebut setelah dengan hati-hati mempertimbangkan kekhawatiran atas dampak inflasi dari tarif yang diberlakukan Presiden AS Donald Trump.
Ketua The Fed, Jerome Powell, memperingatkan adanya inflasi yang signifikan ke depan, bahwa kenaikan tarif dagang kemungkinan akan meningkatkan harga dan menambahkan bahwa dampak terhadap inflasi dapat lebih bertahan. Sehingga ketidakpastian yang disebabkan oleh tarif mempersulit upaya bank sentral untuk melonggarkan kebijakan.
Dibuka melemah, IHSG tetap berada di teritori negatif hingga penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih bertahan di zona merah hingga penutupan perdagangan saham.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sebelas atau semua sektor melemah, dengan sektor barang baku mengalami penurunan terdalam sebesar 3,98 persen, diikuti sektor transportasi & logistik dan sektor energi yang masing-masing turun sebesar 3,58 persen dan 1,74 persen.
Saham-saham yang mencatatkan penguatan terbesar adalah CSIS, LABA, NZIA, PTMR, dan BALI. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar adalah OBAT, CBUT, MBSS, IOTF, dan KOPI.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.453.227 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 24,90 miliar lembar saham senilai Rp13,96 triliun. Sebanyak 92 saham naik, 571 saham menurun, dan 139 tidak bergerak nilainya.
Bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei menguat 256,17 poin atau 0,67 persen ke 38.567,50, indeks Hang Seng melemah 80,69 poin atau 0,53 persen ke 23.980,48, indeks Shanghai menguat 1,32 poin atau 0,04 persen ke 3.387,78, dan indeks Strait Times melemah 22,18 poin atau 0,57 persen ke 3.930,64.
