Perseteruan Usai! Taylor Swift Kuasai Lagi Hak Albumnya yang Hilang
BERITA TERBARU INDONESIA, JAKARTA — Taylor Swift kini berhasil mendapatkan kembali hak kepemilikan atas master rekaman dari enam album pertamanya yang sempat dipegang oleh perusahaan investasi Shamrock Capital. Master rekaman tersebut awalnya dibeli Shamrock dari Ithaca Holdings milik Scooter Braun pada 2020, yang pada saat itu menyebabkan kontroversi besar antara Swift dan Braun.
Menurut sumber terdekat, nilai transaksi tersebut mencapai hampir 360 juta dolar AS atau sekitar Rp 6 triliun, yang setara dengan harga yang dibayar Shamrock ketika mengakuisisi master tersebut dari Ithaca.
“Sekarang untuk pertama kalinya, aku bisa mengatakan semua musik yang pernah aku buat adalah milikku. Semua video musik, film konser, sampul album, lagu-lagu yang belum dirilis, kini kembali padaku,” ungkap Swift dalam pernyataannya.
Berbeda dengan ketegangan sebelumnya terkait penjualan master miliknya, Swift menyampaikan apresiasi tinggi terhadap Shamrock yang menunjukkan pengertian dan rasa hormat terhadap nilai emosional dari karya-karyanya.
“Mereka memahami bahwa ini bukan sekadar transaksi bisnis. Mereka mengerti bahwa ini tentang kenangan, kerja keras, tulisan tanganku sendiri, dan impian yang dibangun selama puluhan tahun,” tambah Swift.
Masalah kepemilikan master rekaman Swift bermula pada 2019, ketika Big Machine Label Group diakusisi oleh Ithaca Holdings. Swift mengklaim tidak diberi kesempatan untuk membeli rekaman miliknya sendiri dan secara terbuka menentang penjualan tersebut.
Pada 2020, Shamrock mengambil alih master tersebut dari Ithaca, namun Swift menolak untuk bekerja sama karena Scooter Braun masih terlibat secara finansial dalam kesepakatan tersebut. Sebagai bentuk perlawanan dan strategi bisnis, Swift memulai proyek rekaman ulang dari seluruh enam albumnya dari era Big Machine.
Perjalanan rekaman ulang tersebut dimulai dengan Fearless (Taylor’s Version) pada April 2021, diikuti oleh Red (Taylor’s Version) pada November 2021. Pada 2023, ia meluncurkan Speak Now (Taylor’s Version) dan 1989 (Taylor’s Version), yang masing-masing berhasil menduduki puncak tangga lagu Billboard 200.
Versi rekaman ulang Swift juga terbukti sukses dari sisi finansial. Album Red (Taylor’s Version), misalnya, telah melampaui kinerja versi aslinya dalam hal penjualan digital dan streaming. Sementara itu, selama berada di bawah Shamrock, master rekaman Swift dilaporkan menghasilkan pendapatan rata-rata 60 juta dolar AS per tahun secara global, dengan perkiraan keuntungan bersih sekitar 30 juta dolar AS per tahun.
