Legalisasi Kasino dan Ekonomi Rabun Jauh
Berbagai berita, seperti yang dilaporkan oleh BERITA TERBARU INDONESIA dengan judul ‘Kasino Pertama di RI Beroperasi, Pemerintah Dapat Miliaran Rupiah’, (15/5/2025), menggambarkan keuntungan besar dari legalisasi kasino. Bahkan, sejarah legalisasi kasino di Jakarta pada tahun 1967 kembali dibahas sebagai contoh kontribusi terhadap pembangunan kota.
Paradigma Ekonomi Rabun Jauh
Fokus dari diskusi ini bukanlah untuk menilai apakah pernyataan anggota legislatif tersebut sebagai sebuah usulan. Melainkan untuk mengungkap paradigma yang memicu amplifikasi pernyataan itu, yaitu ekonomi rabun jauh atau myopic view economy. Istilah ini diibaratkan seperti kondisi mata yang hanya bisa melihat jarak dekat, mengabaikan pandangan jangka panjang. Dalam konteks ekonomi, ini berarti kebijakan yang mengutamakan keuntungan jangka pendek tanpa memperhitungkan kerugian jangka panjang.
Pendukung legalisasi judi, khususnya kasino, sering kali menggunakan argumen bahwa hal ini akan memberikan pendapatan besar bagi negara. Namun, argumen tersebut dapat dipatahkan karena kerugian sosial yang lebih besar, meskipun dampaknya mungkin tidak langsung terasa. Menurut ekonom Earl L. Grinols dalam bukunya ‘Gambling in America: Costs and Benefits’ (2004), setiap 1 dolar pendapatan negara dari judi dapat menyebabkan kerugian sosial sebesar 7 hingga 10 dolar. Studi lainnya juga menunjukkan dampak sosial dari perjudian yang signifikan, seperti peningkatan kriminalitas dan masalah kesehatan mental.
Dampak Eksploitasi Tanpa Konservasi
Contoh lain dari ekonomi rabun jauh adalah dukungan terhadap eksploitasi sumber daya alam tanpa memperhatikan konservasi lingkungan dan tanggung jawab sosial. Memanfaatkan hutan dan menggantinya dengan industri yang tidak ramah lingkungan mungkin memberikan keuntungan cepat, namun merugikan dalam jangka panjang.
Banyak penelitian internasional menyoroti risiko dari pendekatan ekonomi rabun jauh ini. Seperti yang dijelaskan dalam laporan dari Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD, 2015), yang menekankan dampak negatif dari tekanan politik jangka pendek terhadap keberlanjutan ekonomi nasional.
Paradigma Ekonomi Berkelanjutan
Di sisi lain, paradigma ekonomi berkelanjutan menawarkan pendekatan yang lebih holistik, mempertimbangkan nilai selain keuntungan, seperti lingkungan dan dampak sosial. Konsep seperti green economy dan economy social governance (ESG) termasuk dalam kategori ini. Studi menunjukkan bahwa penerapan prinsip-prinsip ESG dapat meningkatkan kinerja keuangan perusahaan.
Dukungan Kebijakan Nasional
Menolak legalisasi judi adalah langkah untuk melawan ekonomi rabun jauh dan mendukung kebijakan pembangunan negara berkelanjutan. Pemerintah Indonesia telah berada di jalur yang tepat dengan mendukung ekonomi berkelanjutan yang tercermin dalam berbagai rencana pembangunan nasional.
Sikap terhadap rencana UEA untuk melegalkan kasino seharusnya tidak netral, melainkan menegaskan bahwa Indonesia tidak mengikuti langkah tersebut. Untuk memerangi ekonomi rabun jauh, katakan tidak pada legalisasi kasino!
