Memperbanyak Doa saat Wukuf di Arafah
BERITA TERBARU INDONESIA, MAKKAH — Berdasarkan buku Amalan Awal Dzulhijjah hingga Hari Tasyrik yang ditulis oleh Muhammad Abduh Tuasikal, dari ‘Amr bin Syu’aib, dari ayahnya, dari kakeknya, Rasulullah ﷺ bersabda,
خَيْرُ الدُّعَاءِ دُعَاءُ يَوْمِ عَرَفَةَ، وَخَيْرُ مَا قُلْتُ أَنَا وَالنَّبِيُّونَ مِنْ قَبْلِي، لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
Sebaik-baik doa adalah doa pada hari Arafah. Dan sebaik-baik yang kuucapkan, seperti yang diucapkan oleh para Nabi sebelumku adalah ucapan “LAA ILAHA ILLALLAH WAHDAHU LAA SYARIKA LAH, LAHUL MULKU WALAHUL HAMDU WA HUWA ‘ALA KULLI SYA-IN QODIIR” (Tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Miliki-Nya segala kerajaan, segala pujian dan Allah yang menguasai segala sesuatu). (HR. Tirmidzi no. 3585; Ahmad, 2:210).
Ash-Shahihah, no. 1503, 4:8).
Dari ‘Ali radhiyallahuanhu secara marfu’ sampai pada Rasulullah ﷺ disebutkan hadits,
كَلِمَةُ الْإِخْلَاصِ وَدُعَاءُ يَوْمِ عَرَفَةَ، وَأَفْضَلُ مَا قُلْتُ أَنَا وَالنَّبِيُّونَ مِنْ قَبْلِي: لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
Kalimat utama yang aku dan para nabi ucapkan pada senja hari Arafah adalah: LAA ILAHA ILLALLAH WAHDAHU LAA SYARIKA LAH LAHUL MULKU WA LAHUL HAMDU WA HUWA ‘ALA KULLI SYAI-IN QODIIR (Tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Miliki-Nya segala kerajaan, segala pujian, dan Allah yang menguasai segala sesuatu). (HR. Ath-Thabrani dalam Fadhl ‘Ashri Dzil Hijjah, 2:13, dari Qais bin ArRabi’, dari Al-Agharr bin Ash-Shabah, dari Khalifah bin Hushain, dari ‘Ali secara marfu’).
Menurut penjelasan Al-Imam Al-Hafizh Abul ‘Ula Muhammad ‘Abdurrahman Al-Mubarakfuri, sebaik-baik yang diucapkan adalah bacaan laa ilaha illallah, bukan berarti doa yang dimaksud dalam hadits hanya bacaan tersebut. Namun, sebaik-baik doa adalah doa yang dipanjatkan pada hari Arafah, dalam bentuk apapun. Bacaan laa ilaha illallah juga termasuk dalam doa yang diucapkan. (Lihat Tuhfah Al-Ahwadzi, 10:47).
