PGE Memulai Eksplorasi PLTP Gunung Tiga dengan Kapasitas 55 MW
BERITA TERBARU INDONESIA, LAMPUNG — Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, telah meresmikan pembangunan dan pengoperasian proyek energi terbarukan yang tersebar di 15 provinsi di Indonesia. Salah satu proyek yang diresmikan adalah eksplorasi (green field) Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Gunung Tiga dengan kapasitas 55 megawatt (MW) yang dimiliki oleh PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE).
Peresmian ini dilakukan secara simbolis dari Bondowoso, Jawa Timur, sebagai bagian dari komitmen nasional untuk mempercepat transisi energi bersih. Proyek PLTP Gunung Tiga merupakan langkah strategis bagi PGE dalam mendukung pencapaian target peningkatan kapasitas panas bumi nasional hingga 5,2 gigawatt (GW) pada periode 2025-2034.
- Proyek Panel Surya Pertamina–LONGi Perkuat Transisi Energi Nasional
- Selat Hormuz Terancam Tutup, Pertamina Siapkan Jalur Minyak Alternatif
- Pertamina Patra Niaga Catat Pertumbuhan Positif Sepanjang 2024
Dalam peresmian hybrid ini, Prabowo menyatakan bahwa ketersediaan energi merupakan bagian penting dari kedaulatan suatu bangsa. Presiden menyampaikan bahwa Indonesia patut bersyukur karena memiliki sumber energi yang melimpah.
“Sumber-sumber energi terbarukan ada pada kita, tinggal kita mengelolanya dengan baik. Hari ini adalah bukti kemampuan bangsa Indonesia untuk menuju swasembada energi yang sangat penting bagi masa depan bangsa,” kata Presiden seperti dikutip dalam siaran pers PGE, Kamis (26/6/2025).
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan bahwa pembangunan pembangkit Energi Baru Terbarukan (EBT) turut berperan dalam mendorong pertumbuhan industri lokal dengan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) mencapai 40 persen serta menyerap lebih dari 9.500 tenaga kerja secara nasional.
Sebagai bagian dari agenda nasional ini, PGE juga melaksanakan peletakan batu pertama eksplorasi proyek PLTP Gunung Tiga di Lampung. PGE menyatakan bahwa PLTP Gunung Tiga sangat strategis bagi mereka.
Direktur Utama PT Pertamina Geothermal Energy Tbk, Julfi Hadi, menyatakan bahwa PLTP Gunung Tiga merupakan salah satu prospek panas bumi di Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Gunung Waypanas, bersama dengan proyek Ulubelu. Eksplorasi ini bertujuan untuk mengonfirmasi potensi cadangan energi panas bumi yang diharapkan dapat menjadi sumber energi bersih berbasis lokal (indigenous energy) guna memperkuat ketahanan energi dan mendukung pencapaian target bauran EBT nasional. Sebagai langkah awal, pembangunan infrastruktur dimulai pada April 2025.
“Dengan potensi besar yang kami miliki, kami percaya PGE akan terus berkontribusi secara signifikan dalam membangun ekosistem energi hijau yang berkelanjutan,” ujarnya.
Lebih jauh, Julfi menjelaskan bahwa Gunung Tiga yang terletak di sebelah selatan area eksisting Ulubelu, memiliki karakteristik panas bumi yang menjanjikan dan sangat strategis untuk pengembangan pembangkit panas bumi. Ia menambahkan bahwa keunggulan utama panas bumi adalah sifatnya yang andal dan stabil karena tidak tergantung pada kondisi cuaca seperti sinar matahari atau angin.
“Eksplorasi dilakukan secara bertahap melalui tiga sumur, dengan menerapkan standar keselamatan yang ketat, perlindungan lingkungan, serta pengelolaan risiko yang menyeluruh. Seluruh aktivitas telah melalui kajian Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), dan setiap tahap akan diawasi ketat guna meminimalkan dampak terhadap ekosistem sekitar,” jelas Julfi.
Sebagai pelopor pengembangan energi panas bumi di Indonesia dengan lebih dari 40 tahun pengalaman, PGE saat ini mengelola kapasitas terpasang sebesar 672,5 MW dari enam wilayah operasi. Perusahaan menargetkan peningkatan kapasitas menjadi 1 GW dalam dua tahun mendatang, dan mencapai 1,7 GW pada 2034.
Selain pengoperasian Lumut Balai Unit 2, PGE juga sedang mengembangkan beberapa proyek strategis seperti PLTP Hululais Unit 1 & 2 (110 MW), serta beberapa proyek co-generation dengan total kapasitas 230 MW. PGE juga telah mengidentifikasi potensi sumber daya panas bumi sebesar 3 GW dari 10 WKP yang dikelola secara mandiri.
