Polda Metro Jaya Tunda Penahanan Seorang Mahasiswa Peserta Demonstrasi di Balai Kota DKI
BERITA TERBARU INDONESIA, JAKARTA — Polda Metro Jaya sekali lagi menangguhkan penahanan terhadap seorang mahasiswa yang terlibat dalam kericuhan di gedung Balai Kota DKI Jakarta saat aksi unjuk rasa pada Rabu (21/5/2025). Sebelumnya, 15 mahasiswa telah dipulangkan oleh Polda Metro Jaya.
“Ya, penangguhan, diizinkan pulang hari ini,” ujar Kepala Sub Bidang Penerangan Masyarakat Polda Metro Jaya, AKBP Reonald Simanjuntak dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (30/5/2025).
Reonald juga menjelaskan bahwa mahasiswa terakhir yang dimaksud berinisial MAA dan ditangkap belakangan oleh Polda Metro Jaya. “Ya benar, mahasiswa berinisial MAA,” ujar Reonald.
Sebelumnya, Polda Metro Jaya telah memulangkan sejumlah mahasiswa yang terlibat kericuhan di Gedung Balai Kota DKI Jakarta pada Rabu (21/5/2025).
“Sekarang sedang dalam proses pemulangan satu per satu, total ada 15 orang yang telah dipulangkan,” ujar Direktur Eksekutif Amnesty Internasional Indonesia Usman Hamid saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa (27/5/2025).
Usman menambahkan bahwa masih ada satu mahasiswa berinisial MAA yang belum dipulangkan karena masih akan diperiksa lebih lanjut. “Satu orang masih akan diperiksa lebih jauh karena ditangkap belakangan,” ujarnya.
Polda Metro Jaya telah menetapkan 16 tersangka terkait demonstrasi yang berakhir dengan ricuh di gedung Balai Kota DKI Jakarta pada Rabu (21/5/2025) karena adanya sekelompok massa yang memaksa masuk ke dalam.
Ke-16 orang yang ditetapkan sebagai tersangka merupakan mahasiswa dari universitas swasta di Jakarta Barat.
“Mereka ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan barang bukti dari visum et repertum korban dan sebuah diska lepas (flashdisk),” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Polisi Ade Ary Syam Indradi.
Dia juga menyebutkan inisial dari mahasiswa yang ditangkap yaitu RN, ARP, TMC, FNM, AAA, RYD, MKS, ENA, IKBJY, MR, RIJ, NSC, ZFP, AHB, WPA, dan MAA. “Kemudian 78 orang lainnya telah diizinkan pulang dan diserahkan kepada keluarga,” kata Ade Ary.
