Pergerakan Tanah di Purwakarta Sebabkan Kerusakan Puluhan Rumah
BERITA TERBARU INDONESIA, BANDUNG — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat melaporkan bahwa puluhan rumah mengalami kerusakan serius karena pergerakan tanah di Kampung Cigintung dan Kampung Sukamulya Desa Pasirmunjul, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Purwakarta, pada Minggu (15/6/2025). Beberapa warga terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Menurut Pranata Humas Ahli BPBD Jabar, Hadi Pratama, pergerakan tanah di wilayah Kecamatan Sukatani, Kabupaten Purwakarta, telah berlangsung sejak beberapa bulan terakhir, dari April hingga Juni. Pergerakan tanah terbaru terjadi pada Jumat (13/6/2025) dan diperkirakan masih berpotensi terjadi pergerakan tanah susulan.
“Penyebabnya adalah lereng curam yang tidak memiliki vegetasi memadai, membuatnya lebih rentan terhadap longsor, terutama setelah hujan deras,” katanya pada Minggu (15/6/2025).
Selain itu, dia mengungkapkan bahwa sistem drainase yang tidak memadai mempengaruhi pola aliran air, menyebabkan akumulasi air yang memicu pergerakan tanah di area tersebut.
“Lokasi bencana berada di zona kerentanan gerakan tanah menengah,” tambahnya.
Akibat kejadian ini, Hadi melaporkan bahwa sebanyak 58 rumah mengalami kerusakan berat di Desa Pasirmunjul, satu fasilitas umum rusak berat, jalan desa hancur, satu tempat ibadah rusak berat, tiga rumah rusak sedang, dan delapan rumah mengalami kerusakan ringan.
Sementara itu, 81 kepala keluarga atau 249 orang terdampak, dan 47 kepala keluarga harus mengungsi. Mereka mengungsi ke rumah saudara, menyewa tempat, atau ke kantor Desa Pasirmunjul.
“Kami mengimbau masyarakat untuk selalu waspada,” ujarnya.
Hadi menambahkan bahwa petugas menutup akses ke area bencana dan memasang garis pengaman. Dia juga menghimbau masyarakat untuk tidak beraktivitas di sekitar area bencana.
