Pusat Bantuan AS-Israel Menjadi Tempat Kekerasan di Gaza
BERITA TERBARU INDONESIA, GAZA – Israel menyerang warga Gaza yang datang untuk mendapatkan makanan di pusat bantuan Yayasan Kemanusiaan Gaza (GHF) yang didirikan dengan dukungan Amerika Serikat. Para penyintas menyebutkan, mereka dipanggil ke tempat itu lalu diserang oleh pasukan Israel.
Kantor Media Pemerintah Gaza melaporkan bahwa setidaknya 31 orang telah menjadi korban di sekitar lokasi distribusi bantuan di kota Rafah, Gaza selatan, dan 200 lainnya mengalami luka-luka. Di pusat distribusi lainnya dekat Koridor Netzarim di Gaza tengah, satu orang tewas dan 32 lainnya terluka, menurut pernyataan yang disebarluaskan melalui Telegram.
Secara keseluruhan, sebanyak 49 warga Palestina telah menjadi korban dan lebih dari 300 orang terluka di sekitar pusat distribusi yang dikelola GHF di Rafah dan Koridor Netzarim sejak insiden mematikan pertama kali terjadi pada 27 Mei.
Sameh Hamuda, seorang pengungsi dari kota Beit Lahiya di Gaza utara, menyatakan bahwa dirinya berjalan kaki dari Kota Gaza dan bermalam bersama kerabat di sebuah tenda dekat Rafah. Pagi hari, dia menuju pusat bantuan untuk menunggu di antara kerumunan orang.
“Ketika mereka mulai membagikan bantuan, tiba-tiba sebuah drone menembaki orang-orang, dan tank-tank mulai menembak. Beberapa orang tewas tepat di depan mata saya,” ujar pria berusia 33 tahun tersebut kepada kantor berita AFP.
“Saya berlari dan berhasil selamat. Kematian mengikuti Anda selama berada di Gaza,” ungkap Abdullah Barbakh (58 tahun), yang menggambarkan “kekacauan, teriakan, dan kepadatan yang berlebihan” di tempat kejadian. “Tentara melepaskan tembakan dari drone dan tank. Kekacauan terjadi, dan daerah itu dipenuhi korban tewas dan yang terluka. Saya tidak mengerti kenapa mereka memanggil orang-orang ke pusat bantuan lalu menyerang mereka,” katanya. “Apa yang harus kami lakukan?”
Israel memblokade Gaza, menyebabkan krisis kelaparan sejak Maret lalu. Mereka kemudian mendirikan yayasan swasta dengan dukungan AS untuk menyalurkan sedikit bantuan di selatan Gaza. PBB dan lembaga kemanusiaan dunia mengecam skema ini. Sejak beroperasi, pusat bantuan tersebut diserbu warga Gaza yang kelaparan dan kemudian diserang pasukan Israel.
Afeef Nessouli, seorang relawan di organisasi bantuan medis Glia International, menyatakan bahwa GHF “belum berhasil mendistribusikan bantuan” karena Israel baru saja mengizinkan bantuan terbatas masuk ke wilayah tersebut. Nessouli, yang berbicara dari al-Qarara dekat Rafah di Gaza selatan, mengatakan bahwa kelompok bantuan yang didukung AS telah mempersenjatai makanan sejak mereka mulai bekerja pekan lalu.
“Pagi ini sangat ramai (di al-Qarara). Tampaknya tempat distribusi ini tidak terorganisir dan memiliki niat jahat, sejujurnya,” katanya. “GHF belum berhasil sampai hari ini dan tampaknya bahkan menargetkan warga Palestina ketika mereka sangat lapar mencoba mendapatkan bantuan,” tegas relawan tersebut.
