TNI AD Siapkan 24 Ribu Tamtama untuk Pertahanan dan Pengembangan Nasional
BERITA TERBARU INDONESIA, JAKARTA — Mabes Angkatan Darat mengumumkan rekrutmen sekitar 24 ribu prajurit baru melalui jalur tamtama tahun ini, yang menuai kritik dari sejumlah pengamat. Langkah ini terkait dengan pembentukan 100 Batalyon Teritorial Pembangunan di seluruh Indonesia, yang bertugas mendukung program ketahanan pangan nasional.
Brigjen Wahyu Yudhayana, Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat, menyatakan bahwa TNI AD memainkan dua peran penting dalam kemajuan bangsa, yaitu memperkuat pertahanan darat dan mensukseskan program pembangunan pemerintah. Dia menjelaskan bahwa TNI AD adalah barisan depan dalam memastikan wilayah teritorial darat terjaga dengan baik.
Fungsi utama pertempuran membuat TNI AD selalu siap menghadapi ancaman bersenjata yang mengganggu kedaulatan negara, ujar Wahyu di Jakarta, Senin (9/6/2025).
Di sisi lain, TNI AD juga dapat berkolaborasi dengan masyarakat dalam menjaga pertahanan wilayah dan kedaulatan negara dari ancaman asing. Menurut Wahyu, hal ini yang membuat TNI sangat unik karena memiliki konsep pertahanan berbasis kerakyatan.
“Komponen utama, cadangan, dan pendukung bekerja secara sinergis untuk menjaga keutuhan NKRI dari segala bentuk ancaman, baik fisik maupun nonfisik,” jelas Wahyu.
Tugas lain dari TNI AD, lanjut Wahyu, adalah menjalankan operasi militer selain perang (OMSP) yang mencakup misi kemanusiaan seperti penanggulangan pascabencana atau peristiwa luar biasa lainnya. Dia menambahkan bahwa salah satu bagian dari OMSP yang diatur dalam UU TNI adalah membantu pemerintah menjalankan pembangunan nasional.
Dengan berbagai peran ini, Wahyu berharap kehadiran TNI AD semakin memberikan dampak positif bagi masyarakat. “Salah satu tugas dalam OMSP adalah membantu pemerintah daerah menyukseskan berbagai program pembangunan nasional yang berkaitan langsung dengan kesejahteraan rakyat,” ungkap Wahyu.
