Rektor UI: Isu Lingkungan Menjadi Alat Geopolitik Dunia
BERITA TERBARU INDONESIA, JAKARTA — Masalah lingkungan hidup kini tidak lagi berdiri sendiri sebagai urusan konservasi semata. Dalam kurun waktu lima tahun terakhir, isu lingkungan telah berubah menjadi alat tawar-menawar dalam dinamika geopolitik global.
Rektor Universitas Indonesia (UI), Heri Hermansyah, menegaskan bahwa perubahan ini memerlukan perhatian serius, terutama bagi Indonesia yang kaya akan keanekaragaman hayati.
“Kita telah menyaksikan dalam lima tahun terakhir, lingkungan bukan sekadar lagi lingkungan secara polos, tetapi telah menjadi alat atau komoditas dalam tekanan geopolitik,” kata Heri dalam acara “Exhibition and Tribute to Prof. Emil Salim” di Energy Building SCBD, Jakarta Selatan, Rabu (30/7/2025).
Ia menjelaskan, posisi Indonesia sebagai Jamrud Katulistiwa menjadikan negara ini satu-satunya laboratorium hidup tropis yang diapit oleh dua benua dan dua samudera. Keadaan ini membuat Indonesia sangat penting dalam penelitian dan pengembangan lingkungan tropis.
Namun, Heri menyoroti praktik negara asing yang melakukan penelitian keanekaragaman hayati di Indonesia, tetapi justru membawa pulang data dan koleksi penting. Akibatnya, Indonesia belum tentu memiliki data lengkap mengenai kekayaan hayatinya sendiri.
Menurutnya, hal ini menunjukkan bahwa isu lingkungan sudah menjadi bagian dari kompetisi geopolitik global.
Heri mencontohkan, dalam konteks perang Rusia–Ukraina, minyak kelapa sawit Indonesia dapat masuk pasar Eropa tanpa hambatan standar seperti ISO karena suplai minyak bunga matahari terganggu. Padahal, biasanya komoditas tersebut sulit untuk memasuki pasar Eropa.
“Ini artinya, terkadang lingkungan menjadi alat untuk menekan, alat untuk permainan dalam penguasaan sumber daya, penguasaan otoritas, dan berbagai penguasaan lainnya,” ujarnya.
Heri menegaskan, dalam menghadapi realitas ini, Indonesia harus mampu menempatkan isu lingkungan sebagai bagian dari strategi kebijakan jangka panjang yang berpihak pada kepentingan rakyat.
Ia menyebut UI, khususnya melalui Sekolah Ilmu Lingkungan, memiliki tanggung jawab besar untuk mendorong penelitian dan strategi pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan dan berpijak pada kepentingan nasional.
“Tentu kita harus berpikir sebagai suatu keberlanjutan jangka panjang. Keberlanjutan ini dipikirkan, bagaimana strateginya dalam meletakkan lingkungan dari sisi kebijakan dan dari sisi keilmuan yang mendukung pertumbuhan ekonomi dan kejayaan bangsa Indonesia,” kata Heri.
