Rencana Masa Depan ABBA: Ekspansi ke AI untuk Memajukan Bisnis
BERITA TERBARU INDONESIA, JAKARTA – PT Mahaka Media Tbk (ABBA) sedang merancang strategi baru untuk menghadapi tantangan bisnis ke depannya. Salah satu rencana perusahaan adalah memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam pengembangan bisnisnya.
“Kami akan berekspansi ke AI, mengembangkan sistem AI untuk mendukung sektor periklanan serta salah satu unit bisnis kami,” kata Direktur Utama PT Mahaka Media Tbk, Ronny Wilimas Sugiadha, dalam acara Public Expose 2025 yang diadakan secara daring pada Jumat (20/6/2025).
- Bertemu IMF, Sri Mulyani Pastikan Defisit APBN Aman di Bawah 3 Persen
- BTN Angkat KPR Subsidi sebagai Solusi Hijau di Forum Keuangan Dunia
- RUPST Mahaka Media Angkat Aldo Rambie sebagai Komisaris Utama
Ronny menyatakan bahwa rencana pemanfaatan AI akan diumumkan lebih jelas di kemudian hari. Ia menegaskan bahwa penggunaan AI adalah inovasi baru untuk pengembangan bisnis ABBA ke depan.
“Rencana untuk menggunakan AI ini diharapkan bisa mendukung baik dari sisi internal maupun menciptakan nilai baru,” ujarnya.
Ronny juga mengungkapkan bahwa ABBA sedang bertransformasi dalam tata kelola perusahaan untuk mengembangkan cara yang lebih sinergis, efisien, dan efektif di seluruh lini bisnis.
“Ini akan kami lakukan untuk menekan biaya, yang pada akhirnya akan meningkatkan pendapatan,” katanya.
Ia menekankan pentingnya meningkatkan nilai tambah dari bisnis yang sudah ada, terutama di sektor pemasaran digital dan penyelenggaraan acara/hiburan, yang menjadi andalan bisnis ABBA ke depan.
“ABBA berencana untuk mengadakan acara internasional,” ujarnya.
Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2024, PT Mahaka Media Tbk (ABBA) melaporkan peningkatan pendapatan sebesar 4 persen dari Rp 201 miliar pada 2023 menjadi Rp 209 miliar pada 2024.
Peningkatan pendapatan ini terutama didukung oleh sektor penyelenggaraan acara yang mencatatkan kenaikan pendapatan sebesar 17 persen dari Rp 65 miliar pada 2023 menjadi Rp 76 miliar pada 2024. Diikuti oleh pendapatan pemasaran digital yang tumbuh 12 persen dari Rp 18 miliar pada 2023 menjadi Rp 20 miliar pada 2024.
Selain itu, terdapat peningkatan signifikan pada laba kotor sebesar 29 persen dari Rp 59 miliar pada 2023 menjadi Rp 76 miliar pada 2024, mencerminkan efisiensi yang lebih baik dalam pengelolaan biaya pokok penjualan.
Meski laba operasional masih negatif, kerugian operasional yang tercatat sebesar Rp 54 miliar pada 2023 turun 81 persen menjadi Rp 10 miliar pada 2024.
Adapun Ebitda, atau pendapatan sebelum bunga, pajak, dan amortisasi, mengalami perubahan drastis dari negatif Rp 32 miliar pada 2023 menjadi positif Rp 25 miliar pada 2024, naik sebesar 178 persen. Ini dinilai sebagai indikator positif terhadap kinerja operasional perusahaan.
Mengenai laba bersih, perusahaan berhasil mencatat laba bersih sebesar Rp 6 miliar di tahun 2024, dibandingkan kerugian sebesar Rp 52 miliar di tahun sebelumnya, menunjukkan perbaikan sebesar 111 persen dan menandakan perusahaan kembali mencetak keuntungan.
Ronny menuturkan bahwa ABBA terus mendorong pertumbuhan dan kolaborasi antar unit bisnis utama. Ia optimistis perusahaan akan terus mencatatkan kinerja positif melalui berbagai inovasi dan terobosan.
