RS Indonesia di Gaza Dikepung Lagi, MER-C Tuntut Penghentian Serangan
BERITA TERBARU INDONESIA, JAKARTA — Komite Penyelamatan Medis Darurat (MER-C) menginformasikan bahwa Rumah Sakit (RS) Indonesia dan Wisma Joserizal di Beit Lahia, Gaza Utara, sekali lagi terkena dampak dari serangan udara berkelanjutan yang dilakukan oleh pasukan penjajah.
Ketua Presidium MER-C, Dokter Hadiki Habib, menyatakan bahwa kondisi RS Indonesia sangat memprihatinkan. Banyak kaca jendela yang pecah dan plafon berjatuhan, mengganggu layanan medis penting seperti ICU, ruang gawat darurat, ruang operasi, poliklinik, dan koridor rumah sakit.
“Getaran hebat dari bom yang dijatuhkan di sekitar rumah sakit terasa seperti gempa bumi. Beberapa peralatan medis dilaporkan tertimpa reruntuhan akibat getaran tersebut,” ujar Hadiki dalam pernyataan pers pada Ahad malam, 18 Mei 2025.
Informasi terbaru dari staf lokal MER-C di RS Indonesia pada Ahad, 18 Mei 2025, melaporkan bahwa tentara penjajah telah mengepung RS Indonesia menggunakan quadcopter. Mereka berada sekitar 500 meter di utara dan selatan RS Indonesia, menghalangi aktivitas di sekitarnya.
Serangan yang terencana dan tanpa peringatan terhadap tenaga medis dan fasilitas kesehatan merupakan pelanggaran serius terhadap hukum humaniter internasional. RS Indonesia selalu berfungsi sebagai tempat pelayanan kesehatan bagi warga Gaza.
MER-C Indonesia terus memberikan dukungan untuk pelayanan medis dan renovasi rumah sakit meskipun dalam keterbatasan dan kerusakan akibat agresi sejak Oktober 2023.
MER-C melaporkan bahwa saat ini ada sekitar 20 staf yang masih berada di dalam RS Indonesia. Bersama relawan lokal, mereka berusaha membersihkan bagian dalam rumah sakit di tengah serangan dan keterbatasan makanan. Sebanyak 20 jenazah harus dipindahkan ke Rumah Sakit Kamal Adwan untuk pengurusan fardu kifayahnya.
MER-C Indonesia terus mendesak agar penjajah segera menghentikan serangan militer di Gaza dan menghindari kerusakan lebih lanjut pada RS Indonesia. MER-C juga mendesak pembukaan blokade makanan untuk Gaza agar staf medis dapat menerima bantuan yang diperlukan.
