Ketika Nabi Muhammad Dituduh Tidak Waras
BERITA TERBARU INDONESIA, TAIF — Nabi Muhammad SAW dikenal sebagai insan kamil yang dikirim oleh Allah SWT guna menyempurnakan budi pekerti manusia.
Namun demikian, pada awal perkembangan Islam, terdapat sebagian orang Musyrik yang menganggap Rasulullah SAW tidak waras. Bahkan, sejumlah orang diutus ke jalan-jalan untuk menyebarluaskan desas-desus tersebut.
Menurut buku ‘Kebijaksanaan Orang-Orang Gila’ karya Abu Al-Qasim An-Naisaburi, Abu al-Qasim al-Hakim mengatakan,
“Orang yang mengenal dirinya sering dianggap hina oleh manusia. Sementara orang yang mengenal Tuhannya sering dianggap gila. Sebagaimana kaum musyrik Makkah ketika diajak oleh Rasulullah SAW untuk beriman kepada Allah SWT, mereka menyebut Rasulullah SAW sebagai orang gila, penyihir, penyair, dan dukun.”
Ketika musim haji tiba, pemimpin klan Bani Makhzum dari suku Quraisy, Al-Walid bin al-Mughirah al-Makhzumi, juga pernah memerintahkan kaumnya untuk menyebarkan desas-desus yang menuduh Rasulullah SAW sebagai orang tidak waras.
Tokoh Quraisy itu berkata, “Wahai kaum Quraisy, sesungguhnya Muhammad adalah orang yang pandai berbicara. Perkara yang dibawanya (Islam) telah mengguncang negeri ini dan menyelimuti segalanya. Sungguh, aku yakin orang-orang akan mempercayainya.”
