Sabda Nabi Muhammad tentang Kematian Ali bin Abi Thalib
BERITA TERBARU INDONESIA, JAKARTA — Ali bin Abi Thalib adalah salah satu sahabat terhormat Nabi Muhammad SAW. Bahkan, keponakan Rasulullah SAW ini menjadi khalifah keempat dalam masa khulafaur rasyidin. Sejarah mencatat, menantu Nabi SAW ini wafat ketika memimpin shalat subuh berjamaah di masjid.
Jauh sebelumnya, Rasulullah SAW telah meramalkan nasib yang akan menimpa Ali. Suatu ketika, beliau shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda kepada tokoh yang dikenal sebagai “Singa Allah” itu.
“Sesungguhnya, orang yang paling binasa dari umat terdahulu adalah para penyembelih unta (dari kaum Nabi Shalih). Dan, manusia yang paling celaka dari umat ini (umat Islam) adalah yang membunuhmu, wahai Ali,” ujar Rasulullah SAW.
Beliau kemudian menunjuk kening Ali. Ini mengisyaratkan bahwa di sanalah tempat senjata pembunuh Ali akan menancap.
Beberapa tahun setelah Rasulullah SAW wafat, ramalan itu terwujud. Tanggal 21 Ramadhan tahun 40 H adalah waktu yang direncanakan para pembunuh Ali.
Perlu diketahui, pemerintahan Khalifah Ali mewarisi kekacauan yang sudah terjadi sejak masa-masa sebelumnya. Setelah kematian Utsman bin Affan, muncul dua kelompok sesat yang sangat bertentangan dengan ajaran Islam. Kedua kelompok tersebut adalah Khawarij dan Rafidhah.
Rafidhah dianggap sesat karena terlalu mengagungkan Ali, sedangkan Khawarij dianggap sesat karena mengkafirkan khalifah. Bahkan, mereka menganggap darah Ali halal untuk ditumpahkan.
