Kritik Astrid Kuya Terhadap Arogansi Ketua DPRD, Curiga Ada yang Disembunyikan
BERITA TERBARU INDONESIA, JAKARTA— Anggota DPRD Jakarta, Astrid Kuya, menyayangkan sikap arogan Ketua DPRD Jakarta dalam Rapat Paripurna yang membahas Penandatanganan MOU Rancangan Perubahan Kebijakan Umum APBD serta Rancangan Perubahan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara APBD Tahun Anggaran 2025 pada Rabu (16/7/2025) lalu.
Rapat paripurna tersebut hanya dihadiri oleh Wakil Gubernur Jakarta, Rano Karno, sementara Gubernur Jakarta, Pramono Anung, sedang bertugas di luar negeri dan tidak dapat hadir.
Dalam kesempatan rapat paripurna tersebut, pidato Gubernur DKI Jakarta mengenai Raperda tentang Perubahan APBD DKI Jakarta tahun 2025 juga disampaikan.
“Saya menyayangkan sikap arogan dari ketua DPRD yang mengabaikan interupsi anggota DPRD lainnya dan langsung menutup rapat secara sepihak. Sepertinya ada yang disembunyikan sehingga ingin cepat-cepat menyelesaikan Rapat Paripurna tersebut,” ungkap Astrid kepada media di Jakarta, Jumat (18/7/2025).
Astrid menambahkan bahwa seharusnya pimpinan DPRD Jakarta memberikan kesempatan bagi anggota legislatif untuk mengutarakan pandangan terkait masalah yang terjadi di masyarakat.
“Kami dari Fraksi PAN (Partai Amanat Nasional) ingin menyampaikan beberapa keresahan masyarakat mengenai masalah Job Fair dan bahan pangan murah untuk penerima KJP Plus yang perlu diselidiki karena banyak kecurangan terjadi di lapangan,” ujar Astrid.
“Misalnya, link dibuka jam 7, namun jam 7 lebih 3 menit sudah habis, dan ada joki yang menawarkan jasa untuk masuk ke dalam link tersebut. Bahan pangan murah juga perlu ditambah, karena penerimanya tidak tepat sasaran dan kurang,” tambah Astrid.
Astrid merasa bahwa berbagai persoalan terkait pangan tersebut sangat penting dan butuh perhatian dari pihak eksekutif dan jajarannya.
“Kami menyampaikan sesuai rapatnya, yaitu tentang perubahan anggaran tahun 2025, apalagi Rapat Paripurna dihadiri oleh Wakil Gubernur. Permasalahan yang kami angkat di Rapat Paripurna adalah aspirasi masyarakat mengenai kebutuhan hidup banyak orang,” jelasnya.
