Penggunaan Layar Berlebih Dapat Menghambat Kemampuan Bahasa Anak
BERITA TERBARU INDONESIA, JAKARTA — Eksposur layar digital yang berlebihan pada anak-anak usia dini dipandang dapat menghambat perkembangan keterampilan bahasa mereka. Hal ini terungkap dalam penelitian terbaru yang dilakukan oleh Sarah Kucker, seorang psikolog dari Southern Methodist University di Dallas, Amerika Serikat.
Kucker menjelaskan bahwa anak-anak balita mempelajari bahasa dengan cara yang sangat berbeda dibandingkan orang dewasa. Mereka memerlukan pengalaman nyata yang melibatkan semua indera, bukan hanya sekadar melihat gambar atau menonton video.
Studi Menyoroti Pentingnya Interaksi Langsung
Ketika seorang anak belajar mengenali kata ‘pisang’, misalnya, mereka akan lebih memahami arti kata tersebut jika dapat memegang, mencium, dan melihat benda itu dari berbagai sudut pandang, kata Kucker. Menurutnya, melihat gambar atau video animasi saja tidak cukup memberikan informasi sensorik yang dibutuhkan anak untuk memahami konsep secara mendalam. Interaksi langsung dengan lingkungan sangat penting sebagai dasar perkembangan bahasa dan otak anak, terutama selama tiga tahun pertama kehidupan.
Meskipun demikian, Kucker tidak sepenuhnya melarang penggunaan layar. Ia menyatakan bahwa media digital tetap dapat memberikan manfaat positif selama penggunaannya bersifat sosial dan interaktif. Misalnya, panggilan video dengan anggota keluarga atau aplikasi edukatif yang mengajak anak berbicara dan merespons dinilai lebih bermanfaat daripada tontonan pasif seperti kartun atau video hiburan semata.
Saran untuk Orang Tua
Kucker menyarankan agar orang tua mempertimbangkan tujuan di balik pemberian layar kepada anak. Jika hanya untuk menenangkan atau mengalihkan perhatian, ia merekomendasikan metode lain seperti permainan fisik, alat bantu sensorik, atau teknik pernapasan.
Yang tak kalah penting, interaksi nyata dalam kehidupan sehari-hari seperti mengajak anak berbicara saat memasak atau beraktivitas di rumah tetap menjadi cara paling efektif untuk membangun kemampuan bahasa mereka, tambahnya.
