SGIE 2024/25 Segera Dirilis, KNEKS Yakin Indonesia Tetap di Tiga Besar
BERITA TERBARU INDONESIA, JAKARTA — Laporan State of the Global Islamic Economy (SGIE) 2024/25 dijadwalkan akan dirilis resmi pada Selasa (8/7/2025). Meskipun data resmi belum dibagikan, Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) menyatakan keyakinannya bahwa Indonesia akan tetap berada di tiga besar Global Islamic Economy Indicator (GIEI).
“Belum ada yang bocor,” kata Direktur Infrastruktur Ekosistem Syariah KNEKS, Sutan Emir Hidayat, ketika ditanya mengenai peringkat Indonesia dalam SGIE Report terbaru, Senin (7/7/2025).
- Likuiditas Tinggi, Bank Syariah Dinilai Belum Maksimal Dorong Ekonomi Halal
- Berpeluang Naik Peringkat di SGIE Report Baru, Fokus Pemerintah pada Ekonomi Syariah Jadi Sorotan
- Muhammadiyah Berencana Luncurkan Bank Syariah, INDEF Ingatkan Risiko Ini
Walau begitu, Emir mengungkapkan bahwa ia telah mendapatkan sedikit bocoran dan memperkirakan bahwa posisi Indonesia setidaknya akan tetap berada di tiga besar dunia. Alasan utama optimisme ini adalah koordinasi antar kementerian dan lembaga (K/L) yang semakin solid dalam memperkuat data sektor halal nasional.
Kedua, berbagai program pengembangan ekonomi syariah tidak hanya dijalankan secara nasional, tetapi juga diperluas ke berbagai daerah, termasuk melalui inisiatif masyarakat. “Kita, insya Allah, optimistis minimal tetap di posisi 3,” kata Emir.
Ia juga menambahkan bahwa penguatan perencanaan strategis dalam dokumen kebijakan nasional seperti RPJPN, RPJMN, serta RPJPD dan RPJMD turut mendorong konsistensi arah pembangunan ekonomi syariah di Indonesia. Pada SGIE 2023/24, Indonesia berada di posisi ketiga dunia setelah Malaysia dan Arab Saudi. Indonesia juga dikenal sebagai negara dengan jumlah transaksi investasi ekonomi syariah terbanyak secara global. Namun, laporan yang sama menyebutkan bahwa dalam hal ekspor produk halal, Indonesia masih tertinggal dan belum masuk lima besar eksportir ke negara-negara OKI.
Emir menegaskan, pencapaian ini harus dipertahankan dengan memperkuat basis produksi dan hilirisasi produk halal di dalam negeri. Ia berharap momen rilis SGIE 2024/25 bisa menjadi pengingat untuk menjaga kesinambungan kebijakan dan pelibatan aktif masyarakat dalam membangun ekosistem halal nasional.
