Tradisi dan Kontroversi Sholat Rebo Wekasan
BERITA TERBARU INDONESIA, Umat Muslim di Nusantara, terutama di Jawa, mengenal sebuah tradisi yang dilakukan pada Rabu terakhir bulan Safar yang dinamakan Rebo Wekasan.
Masyarakat percaya bahwa pada hari tersebut banyak musibah yang diturunkan ke bumi, sehingga mereka melakukan amalan-amalan khusus untuk menolak bala, seperti sholat sunnah, doa-doa tertentu, dan sedekah.
Apa itu Rebo Wekasan?
Rebo Wekasan berasal dari kata ‘Rebo’ yang artinya Rabu, dan ‘Wekasan’ yang berarti terakhir. Tradisi ini biasanya diisi dengan kegiatan religius seperti sholat sunnah tolak bala empat rakaat, pembacaan Surat Yasin tiga kali, serta doa-doa keselamatan. Beberapa pesantren dan masjid juga menyelenggarakan pengajian khusus untuk memperingatinya.
Dalam kitab Kanzun Najah Was-Surur fi Fadhail Al-Azminah wash-Shuhur, Syekh Abdul Hamid Quds menjelaskan bahwa pada Rabu terakhir bulan Safar, terdapat 320 ribu musibah yang diturunkan ke bumi sepanjang tahun.
Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan untuk memohon perlindungan kepada Allah SWT agar terhindar dari marabahaya. Namun, bagaimana hukumnya dalam Islam?
Tradisi Rebo Wekasan tidak ditemukan dalam dalil-dalil syar’i secara eksplisit, baik dari Alquran maupun hadis shahih. Oleh karena itu, pandangan para ulama terhadap praktik ini beragam.
