BERITA TERBARU INDONESIA, INDRAMAYU
Kegiatan belajar mengajar (KBM) tahun ajaran 2025/2026 dimulai pada Senin (21/7/2025). Program Pencegahan Anak Putus Sekolah (PAPS) memaksa pihak sekolah untuk memikirkan solusi di tengah keterbatasan yang ada.
Hari ini, KBM dilakukan setelah berakhirnya Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang berlangsung sepekan lalu. Di SMKN 1 Balongan, Kabupaten Indramayu, siswa baru kelas X sudah memulai pelajaran di kelas masing-masing dengan seragam putih abu-abu, ditemani guru mereka.
Di kelas tersebut, ada tambahan empat siswa dari program PAPS. Awalnya, sekolah menetapkan 36 siswa per rombel. Wakasek Kesiswaan SMKN 1 Balongan, Muhammad Tajudin, menyatakan bahwa mereka tidak bisa menampung 50 siswa per rombel dalam program PAPS karena keterbatasan fasilitas.
“Kami tetap menerapkan kebijakan PAPS, tetapi hanya 38-40 siswa per kelas karena keterbatasan fasilitas. Dengan 50 siswa per kelas, ruangan akan terlalu sesak, bahkan meja guru dan siswa akan saling berhimpit,” ungkap Tajudin, Senin (21/7/2025).
Tajudin juga mengakui bahwa sekolah sempat mengalami kekurangan meja kursi untuk siswa. Oleh karena itu, mereka segera memperbaiki meja kursi yang rusak agar dapat digunakan kembali.
Menurut Tajudin, dalam program PAPS, sekolah menerima tambahan 44 siswa. Siswa-siswa ini berasal dari keluarga kurang mampu dan berdomisili di sekitar sekolah. Orang tua merasa terbantu dengan adanya program PAPS, karena anak mereka yang sebelumnya tidak berhasil dalam SPMB, kini bisa bersekolah.
