Solo Menjadi Contoh Integrasi Transportasi Publik, Begini Strategi Kemenhub
BERITA TERBARU INDONESIA, JAKARTA — Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menunjukkan keseriusannya dalam menjadikan transportasi publik yang terintegrasi sebagai prioritas nasional. Salah satu langkah diambil melalui forum diskusi bersama komunitas dalam kegiatan Ngobrolin Transportasi Bareng Komunitas (Lintas) yang bertema Transportasi Publik Terintegrasi, Kita Makin Terkoneksi, yang diadakan di Terminal Tipe A Tirtonadi, Solo.
Beragam komunitas berpartisipasi dalam diskusi tersebut, di antaranya Forum Diskusi Transportasi Solo, Bike2Work Solo, SSC Solo, Java Train, Indonesian Railway Preservation Society Yogyakarta, Transportologi, Bismania Community, PPRBM Solo, SHG Solo, Gekatin Solo, serta Jejak Kota.
Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenhub, Ernita Titis Dewi, menyatakan kegiatan ini merupakan momen penting untuk meningkatkan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam membangun sistem transportasi yang inklusif dan berkelanjutan.
“Harapannya, Lintas akan menjadi platform pertukaran ide, membangun pemahaman, serta memperkuat komitmen bersama untuk mewujudkan transportasi publik yang semakin terkoneksi,” ungkap Ernita dalam keterangannya, Minggu (20/7/2025).
Direktur Jenderal Integrasi Transportasi dan Multimoda, Risal Wasal, menambahkan bahwa kegiatan ini memberikan banyak masukan berbasis data yang relevan untuk perumusan kebijakan di bidang integrasi dan multimoda.
“Kami harus berbicara dengan data, memastikan sistem transportasi berfungsi dengan baik dan benar dengan integrasi yang seamless,” ujar Risal.
Dirjen Integrasi Transportasi dan Multimoda merencanakan pengembangan integrasi transportasi di 10 kawasan metropolitan, 9 wilayah Terpencil, Tertinggal, Terdepan, dan Perbatasan (3TP), serta 5 Kawasan Sentra Produksi Pangan (KSPP) untuk periode 2025–2029.
Pengamat transportasi, Djoko Setijowarno, menyebut Solo sebagai kota percontohan dalam integrasi dua simpul transportasi utama, yaitu Terminal Tirtonadi dan Stasiun Solo Balapan. Djoko menilai Solo menjadi salah satu kota dengan integrasi transportasi terbaik di Indonesia.
“Solo ini sudah sangat lengkap, dengan dua koridor Trans Jateng, Batik Solo Trans, dan feeder. Secara fisik, integrasi transportasinya bisa menjadi contoh untuk daerah lain,” kata Djoko.
Di Solo, sistem transportasi terintegrasi mencakup layanan Batik Solo Trans, feeder, KRL, Kereta Bandara Internasional Adi Soemarmo (BIAS), dan Trans Jateng. Pemerintah juga terus melakukan penataan infrastruktur seperti tempat pemberhentian bus (TPB), terminal, sistem transportasi cerdas (intelligent transport system), jalur khusus transportasi publik, serta fasilitas bagi pejalan kaki dan pesepeda.
