Sri Mulyani Promosikan Sistem Data Otomatis untuk Meningkatkan Penerimaan Negara
BERITA TERBARU INDONESIA, JAKARTA — Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati menekankan pentingnya memperkuat sistem pertukaran data guna mendukung optimalisasi penerimaan negara. Hal tersebut diungkapkannya melalui unggahan di akun Instagram pribadinya setelah menghadiri Rapat Koordinasi Gabungan Bidang Penerimaan di Pusdiklat Anggaran dan Perbendaharaan, Bogor, pada hari Jumat (11/7).
Sri Mulyani menulis, “Hari ini, saya menghadiri Rapat Koordinasi Gabungan Bidang Penerimaan yang menjadi forum penting untuk mengembangkan mekanisme dan kapasitas institusi @kemenkeuri agar dapat bekerja secara lebih terintegrasi dan handal, khususnya dalam upaya optimasi penerimaan negara,” seperti yang dikutip dari Instagramnya pada Sabtu (12/7/2025).
Ia mengapresiasi kemajuan dalam pertukaran data antar lembaga yang kini semakin lancar dan terkoordinasi. “Saya menyampaikan apresiasi atas berbagai kemajuan yang telah dicapai – pertukaran data menjadi lebih lancar, koordinasi lebih kuat, dan integritas data yang semakin solid. Ini adalah fondasi yang baik untuk membangun cara kerja baru yang lebih kredibel dan memberikan kepastian kepada Wajib Pajak,” tulisnya.
Sri Mulyani mendorong pembentukan sistem data perpajakan yang otomatis dan berjalan secara reguler. “Ke depan, saya berharap Kemenkeu dapat membangun sistem pertukaran data yang otomatis dan reguler. Ini adalah terobosan dalam menciptakan ekosistem perpajakan yang dapat diprediksi, adil, dan akuntabel,” tutur Sri Mulyani.
Ia berharap kemajuan ini terus berlanjut dan memberikan dampak nyata terhadap penerimaan negara. “Harapan saya sungguh besar, semoga berbagai kemajuan yang mengesankan ini terus berlanjut dan memiliki dampak positif terhadap optimalisasi penerimaan negara yang berkualitas,” tulisnya lagi.
Kementerian Keuangan menargetkan penerimaan perpajakan dalam APBN 2025 mendekati Rp2.490,9 triliun dengan realisasi diperkirakan mencapai Rp2.387 triliun. Optimalisasi sistem data, integrasi informasi fiskal, dan transparansi lintas unit menjadi kunci untuk mencapai target tersebut.
