Sri Mulyani: Kebijakan Efisiensi Anggaran Akan Berlanjut di APBN 2026
BERITA TERBARU INDONESIA, JAKARTA — Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, menyampaikan bahwa kebijakan efisiensi anggaran akan tetap dijalankan dalam proses penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2026.
“Kami akan terus memantau berbagai langkah efisiensi, dan tentunya penyusunan APBN 2026 akan memanfaatkan semua hasil evaluasi yang dilakukan pada tahun ini,” ujar Sri Mulyani kepada wartawan setelah Rapat Paripurna DPR RI Ke-18 di Kompleks Parlemen, Jakarta, pada hari Selasa.
- Pemerintah menargetkan defisit APBN 2026 sebesar 2,53 persen terhadap PDB
- Sri Mulyani menargetkan pertumbuhan ekonomi mencapai 5,8 persen pada 2026
- Bimo Wijayanto akan menjabat Dirjen Pajak, menunggu arahan dari Sri Mulyani
Sri Mulyani menyatakan bahwa pihaknya masih menantikan laporan hasil efisiensi dari kementerian/lembaga yang ditargetkan akan diterima dalam dua bulan mendatang. Pada saat yang sama, Kementerian Keuangan juga sedang meninjau kondisi makroekonomi sebagai landasan penyusunan postur APBN 2026.
Dia menegaskan bahwa APBN akan dioptimalkan sebagai instrumen counter-cyclical untuk melindungi masyarakat dan mendukung dunia usaha.
Strategi anggaran, lanjutnya, akan diselaraskan dengan delapan program prioritas Astacita Presiden Prabowo Subianto, yang kemudian akan dikembangkan bersama kementerian/lembaga terkait sesuai arahan presiden.
“Jadi, kami akan tetap selektif karena APBN adalah instrumen dengan batasan, namun harus difokuskan pada bidang-bidang prioritas yang memerlukan afirmasi,” jelas Sri Mulyani.
