Penelitian NASA dan Prediksi Akhir Kehidupan di Bumi
BERITA TERBARU INDONESIA, JAKARTA— Sebuah studi terbaru dari NASA menunjukkan bahwa pemanasan global mungkin menjadi penyebab utama akhir kehidupan di Bumi, mengingat suhu planet kita meningkat pada tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya dan bisa segera membuatnya tidak layak huni.
Para ilmuwan telah memperkirakan tahun kapan semua kehidupan di Bumi akan berakhir, meskipun tanggal tersebut masih jauh, penyebabnya sudah mulai terlihat jelas.
- Perang India VS Pakistan Memang Berhenti, tetapi Kebencian Terhadap Muslim tak Padam
- Bongkar Kekalahan Perang Gaza, Eks PM Israel: Trump tak Lagi Peduli dengan Netanyahu
- KBIHU Ungkap Semrawutnya Haji: Jamaah Tertinggal, Terpisah, dan Koper Tertukar
Para peneliti dari badan antariksa Amerika Serikat, NASA, bekerja sama dengan ilmuwan dari Universitas Toho di Jepang, menggunakan superkomputer untuk memperkirakan tanggal akhir kehidupan di Bumi.
Dengan memanfaatkan model matematika canggih dan simulasi komputer, para ilmuwan dapat memperkirakan bagaimana ekspansi matahari akan berdampak pada kualitas atmosfer kita, serta bagaimana ini akan menyebabkan pemanasan planet yang tidak dapat dipertahankan.
Para ilmuwan mengandalkan badai matahari yang terjadi pada bulan Mei lalu, yang merupakan badai matahari terkuat dalam dua dekade terakhir.
Akibatnya, perubahan signifikan telah terdeteksi di atmosfer planet ini, memberikan gambaran tentang apa yang bisa terjadi di masa depan.
BACA JUGA: Negara Islam yang Ditakuti Israel Ini Peringkat ke-4 Hasil Tes IQ Tertinggi Dunia
Menurut penelitian tersebut, akhir kehidupan di Bumi diperkirakan akan terjadi pada tahun 1.000.002.021, sekitar satu miliar tahun dari sekarang, namun kondisi kritis bagi kehidupan manusia di Bumi bisa terjadi lebih cepat.
Ini menunjukkan bahwa kondisi kehidupan akan semakin menantang karena pemanasan global yang dipicu oleh perubahan iklim.
