Skip to content
logo-Berita-Terkini-Indonesia

BTI

Liputan Berita Terkini Indonesia

Primary Menu
  • Home
  • pemerintahan
  • Politik dan Hukum
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Hak Asasi Manusia
  • Home
  • Berita
  • Pandangan JSIT Mengenai Kebijakan 50 Siswa Per Kelas dari KDM: Dampaknya bagi Sekolah Swasta
  • Berita

Pandangan JSIT Mengenai Kebijakan 50 Siswa Per Kelas dari KDM: Dampaknya bagi Sekolah Swasta

Intan Permatasari Juli 18, 2025
suara-jsit-soal-kebijakan-50-murid-satu-kelas-dari-kdm-berdampak-bagi-sekolah-swasta

Pandangan JSIT Mengenai Kebijakan 50 Siswa Per Kelas dari KDM: Dampaknya bagi Sekolah Swasta

Berita Terbaru Indonesia, JAKARTA — Ketua Umum Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) Indonesia, Fahmi Zulkarnaen, berbagi pandangannya terkait kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang mengizinkan hingga 50 siswa per kelas di sekolah negeri.

Fahmi menyatakan bahwa kebijakan ini dapat mempengaruhi keberlanjutan sistem pendidikan nasional, terutama bagi sekolah swasta. “Pendidikan merupakan hak setiap anak bangsa. Namun, kita harus memastikan bahwa kebijakan yang diterapkan tidak hanya memperluas akses, tetapi juga menjaga keseimbangan ekosistem pendidikan nasional,” tutur Fahmi.

JSIT Indonesia, katanya, mengajak Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan pemerintah pusat untuk mempertimbangkan penerapan sistem voucher pendidikan, yang dapat membantu menjaga kelangsungan pendidikan swasta serta memperluas akses bagi seluruh masyarakat.

“Kami yakin bahwa negara dan masyarakat dapat berjalan bersama, bukan saling meniadakan. Oleh sebab itu, kita perlu menyusun kebijakan publik dengan mendengarkan masukan dari semua pemangku kepentingan,” tambah Fahmi dalam keterangan tertulisnya, Jumat (18/7/2025).

JSIT Indonesia juga menegaskan pentingnya kolaborasi yang setara antara negara dan masyarakat dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang adil, berdaya, dan berkelanjutan bagi generasi masa depan Indonesia.

“Pendidikan terbaik lahir dari kolaborasi yang setara antara negara dan masyarakat. Oleh karena itu, kita harus menjaga semangat kolaboratif ini dalam menyusun kebijakan pendidikan,” jelasnya.

Continue Reading

Previous: Film tentang Mohammad Natsir Segera Diproduksi
Next: Kondisi Marc-Andre ter Stegen di Barcelona Kian Terdesak, Berpotensi Absen Lagi

Related News

  • Berita

Juru Bicara Gus Yaqut Tanggapi Larangan Bepergian KPK, Berikan 4 Pernyataan

Dewi Anjani Agustus 12, 2025
lewat-gpm-polres-indramayu-jaga-stabilitas-harga-dan-ringankan-beban-masyarakat
  • Berita

Melalui GPM, Polres Indramayu Pertahankan Stabilitas Harga dan Bantu Masyarakat

Rizky Maulana Agustus 12, 2025
kereta-pelabuhan-dan-terminal-di-sulsel-akan-terhubung-begini-rencana-kemenhub
  • Berita

Integrasi Kereta, Pelabuhan, dan Terminal di Sulsel: Rencana Kemenhub

Rizky Maulana Agustus 12, 2025
  • Agustus 2025
  • Juli 2025
  • Juni 2025
  • Mei 2025
  • April 2025
auto7slot auto7slot auto7slot

You may have missed

  • Berita

Juru Bicara Gus Yaqut Tanggapi Larangan Bepergian KPK, Berikan 4 Pernyataan

Dewi Anjani Agustus 12, 2025
lewat-gpm-polres-indramayu-jaga-stabilitas-harga-dan-ringankan-beban-masyarakat
  • Berita

Melalui GPM, Polres Indramayu Pertahankan Stabilitas Harga dan Bantu Masyarakat

Rizky Maulana Agustus 12, 2025
kereta-pelabuhan-dan-terminal-di-sulsel-akan-terhubung-begini-rencana-kemenhub
  • Berita

Integrasi Kereta, Pelabuhan, dan Terminal di Sulsel: Rencana Kemenhub

Rizky Maulana Agustus 12, 2025
viral-meme-tanah-nganggur-diambil-negara-menteri-nusron-minta-maaf-ini-penjelasan-maksudnya
  • Berita

Meme Tanah Nganggur Jadi Viral, Menteri Nusron Meminta Maaf, Berikut Penjelasannya

Dedi Saputra Agustus 12, 2025
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.