Skip to content
logo-Berita-Terkini-Indonesia

BTI

Liputan Berita Terkini Indonesia

Primary Menu
  • Home
  • pemerintahan
  • Politik dan Hukum
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Hak Asasi Manusia
  • Home
  • Berita
  • Lebih dari Setengah Warga Indonesia Tidak Menyukai Israel, Survei Terbaru Mengungkapkan
  • Berita

Lebih dari Setengah Warga Indonesia Tidak Menyukai Israel, Survei Terbaru Mengungkapkan

Rizky Maulana Juni 30, 2025
survei-terbaru-608-persen-publik-indonesia-tak-suka-israel

Lebih dari Setengah Warga Indonesia Tidak Menyukai Israel, Survei Terbaru Mengungkapkan

BERITA TERBARU INDONESIA, JAKARTA — Median telah mengungkapkan hasil survei yang menunjukkan bagaimana tanggapan warga negara Indonesia (WNI) terhadap konflik yang baru-baru ini terjadi di Timur Tengah. Selain masalah di Gaza, konflik ini juga menyertakan Iran.

Survei dari Median dilakukan pada 12-18 Juni 2025 yang melibatkan 907 partisipan dari 38 provinsi. Survei ini menggunakan metode kuesioner berbasis Google Form yang disalurkan kepada para responden.

Tujuan survei ini adalah untuk memahami persepsi pengguna media sosial di Indonesia. Negara yang paling tidak disukai oleh publik Indonesia adalah Israel dan Amerika Serikat (AS).

Hasil tersebut didapat setelah Median mengajukan pertanyaan kepada responden dengan meminta mereka menyebutkan satu negara yang paling tidak mereka sukai. Menurut Direktur Eksekutif Median, Rico Marbun, Israel menempati posisi teratas sebagai negara yang paling tidak disukai oleh WNI.

“Angka untuk Israel sangat besar, yaitu 60,8 persen tidak disukai publik, menjadikannya salah satu negara yang dominan,” kata Rico di Jakarta, Senin (30/6/2025). Amerika Serikat berada di posisi kedua dengan 9,2 persen, diikuti India 5,5 persen, Kamboja 4,6 persen, dan China 3,1 persen dalam lima besar.

Rico menjelaskan alasan mengapa tingkat ketidaksukaan publik terhadap Israel sangat tinggi. Dia mengungkapkan bahwa dari survei internal yang dilakukan lembaganya, tingkat ketidaksukaan responden terhadap Israel saat ini jauh lebih tinggi dibandingkan sebelumnya.

“Tiga bulan lalu juga tinggi, tetapi tidak setinggi ini, sekarang terjadi ketidaksukaan yang sangat besar dari publik,” ujar Rico.

Continue Reading

Previous: Wamen LH: Aktivitas Manusia Menjadi Penyebab Krisis Iklim
Next: Tindakan Mulia dalam Agama: Kerja Sama Suami Istri

Related News

  • Berita

Juru Bicara Gus Yaqut Tanggapi Larangan Bepergian KPK, Berikan 4 Pernyataan

Dewi Anjani Agustus 12, 2025
lewat-gpm-polres-indramayu-jaga-stabilitas-harga-dan-ringankan-beban-masyarakat
  • Berita

Melalui GPM, Polres Indramayu Pertahankan Stabilitas Harga dan Bantu Masyarakat

Rizky Maulana Agustus 12, 2025
kereta-pelabuhan-dan-terminal-di-sulsel-akan-terhubung-begini-rencana-kemenhub
  • Berita

Integrasi Kereta, Pelabuhan, dan Terminal di Sulsel: Rencana Kemenhub

Rizky Maulana Agustus 12, 2025
  • Agustus 2025
  • Juli 2025
  • Juni 2025
  • Mei 2025
  • April 2025
auto7slot auto7slot auto7slot

You may have missed

  • Berita

Juru Bicara Gus Yaqut Tanggapi Larangan Bepergian KPK, Berikan 4 Pernyataan

Dewi Anjani Agustus 12, 2025
lewat-gpm-polres-indramayu-jaga-stabilitas-harga-dan-ringankan-beban-masyarakat
  • Berita

Melalui GPM, Polres Indramayu Pertahankan Stabilitas Harga dan Bantu Masyarakat

Rizky Maulana Agustus 12, 2025
kereta-pelabuhan-dan-terminal-di-sulsel-akan-terhubung-begini-rencana-kemenhub
  • Berita

Integrasi Kereta, Pelabuhan, dan Terminal di Sulsel: Rencana Kemenhub

Rizky Maulana Agustus 12, 2025
viral-meme-tanah-nganggur-diambil-negara-menteri-nusron-minta-maaf-ini-penjelasan-maksudnya
  • Berita

Meme Tanah Nganggur Jadi Viral, Menteri Nusron Meminta Maaf, Berikut Penjelasannya

Dedi Saputra Agustus 12, 2025
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.