Skip to content
logo-Berita-Terkini-Indonesia

BTI

Liputan Berita Terkini Indonesia

Primary Menu
  • Home
  • pemerintahan
  • Politik dan Hukum
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Hak Asasi Manusia
  • Home
  • Berita
  • Sutradara Paparkan Kesulitan dalam Persiapan Pagelaran Sabang Merauke
  • Berita

Sutradara Paparkan Kesulitan dalam Persiapan Pagelaran Sabang Merauke

Agus Santoso Agustus 5, 2025
sutradara-ungkap-tantangan-siapkan-pagelaran-sabang-merauke

Sutradara Paparkan Kesulitan dalam Persiapan Pagelaran Sabang Merauke

BERITA TERBARU INDONESIA, JAKARTA – Pagelaran Sabang Merauke: The Indonesian Broadway kembali hadir tahun ini. Persiapan acara yang berlangsung dua hari ini memerlukan proses panjang dan penuh tantangan.

Sutradara, Rusmeidi Agus, menjelaskan bahwa proses persiapan sudah dimulai sejak tahun lalu. “Kami mulai mengonsep tema tahun ini yakni dua hari setelah berakhirnya pagelaran bertema pahlawan Nusantara tahun lalu,” katanya pada Senin (4/8/2025).

Salah satu tantangan utama adalah di bidang musikal. Elwin Hendrijanto, direktur musik, menjelaskan bahwa proses penyusunan musik dimulai dengan sesi pengarahan intensif bersama sutradara untuk memaparkan detail karakter dan suasana tiap cerita.

Tantangan muncul saat harus menciptakan komposisi yang sesuai narasi, sekaligus menyatu dengan karakter vokal penyanyi yang sangat beragam. “Ilmu dari musik budaya itu sangat luas, belum lagi orkestra yang klasik, operatik, romantik, dan penyanyi yang berbeda-beda karakternya. Tantangannya adalah bagaimana membuat musik yang tetap cocok bagi penyanyinya, namun juga mampu membentuk karakter sesuai cerita dari Hikayat Nusantara,” ujarnya.

Tantangan dari sisi orkestra juga tak kalah kompleks. Konduktor Avip Priatna berusaha menginterpretasikan aransemen kompleks tersebut ke dalam bahasa orkestra, menggabungkan orkestra modern dengan alat musik tradisional bukanlah tugas mudah.

“Musik orkestra dan musik tradisional adalah dua hal yang berbeda, tapi bisa saling melengkapi. Tantangannya adalah bagaimana saya menyampaikan ke orkestra bahwa bunyinya harus seperti ini, sesuai dengan warna yang diinginkan,” jelasnya. Proses ini membutuhkan sensitivitas tinggi agar kekayaan warna suara bisa dirasakan dan menyentuh penonton.

Sementara itu, Dunung Basuki, maestro musik tradisional Indonesia, mengungkapkan tantangan tersendiri saat menggabungkan lebih dari 50 jenis alat musik tradisional dari berbagai daerah. Salah satu tantangan terbesarnya adalah mengaransemen lagu “Mahadewi” dalam irama 6/8.

“Di Jawa tidak ada irama 3/4 atau 6/8. Saat ditantang untuk mengaransemen seperti itu, kami butuh waktu untuk merenung, tiga hari, empat hari, bahkan hingga seminggu. Akhirnya kami sepakat membuat aransemen dalam 6/8,” katanya.

Walaupun banyak eksperimen dilakukan, Dunung tetap menekankan pentingnya menjaga akar tradisi dan tidak mengabaikan norma-norma budaya dalam proses kreatif tersebut.

Kesulitan dari sisi pertunjukan juga tidak kalah besar. Sutradara Rusmedie Agus harus mengelola 350 penari dengan 12 koreografer dalam skala produksi yang dinamis. “Setiap hari kami berdiskusi. Proses pemilihan lagu sangat intens, dan selalu berkembang seiring latihan. Ini kolaborasi besar yang membutuhkan semangat dan fleksibilitas tinggi,” ujarnya.

Kolaborasi ini terjadi tidak hanya di ruang latihan, tetapi juga dalam sinkronisasi antara musik, visual, cerita, dan gerak.

Dari sisi penyanyi, Fadli, anggota Padi Reborn, juga berbagi tantangannya tampil diiringi orkestra. “Biasanya kami tampil pop-rock, namun sekarang tampil diiringi orkestra, paduan suara, dan lainnya,” ungkapnya.

Yura Yunita menambahkan bahwa pagelaran kali ini sungguh menantang, dengan cerita dan musiknya yang sangat ekspresif. “Aku banyak diskusi dengan semuanya tentang bagaimana menyesuaikan vokal ekspresiku,” ujarnya.

Mengusung tema “Hikayat Nusantara”, pagelaran yang akan berlangsung pada 23–24 Agustus 2025 di Indonesia Arena Senayan ini menampilkan cerita rakyat dari berbagai daerah di Indonesia yang dihidupkan melalui musik, tari, busana etnik, dan visual panggung megah.

Continue Reading

Previous: BRI Konsisten Dalam Tata Kelola, Raih Dua Penghargaan ACGS
Next: Selasa Pagi, 16 RT di Jakarta Timur Tergenang Banjir Karena Luapan Sungai Ciliwung

Related News

  • Berita

Juru Bicara Gus Yaqut Tanggapi Larangan Bepergian KPK, Berikan 4 Pernyataan

Dewi Anjani Agustus 12, 2025
lewat-gpm-polres-indramayu-jaga-stabilitas-harga-dan-ringankan-beban-masyarakat
  • Berita

Melalui GPM, Polres Indramayu Pertahankan Stabilitas Harga dan Bantu Masyarakat

Rizky Maulana Agustus 12, 2025
kereta-pelabuhan-dan-terminal-di-sulsel-akan-terhubung-begini-rencana-kemenhub
  • Berita

Integrasi Kereta, Pelabuhan, dan Terminal di Sulsel: Rencana Kemenhub

Rizky Maulana Agustus 12, 2025
  • Agustus 2025
  • Juli 2025
  • Juni 2025
  • Mei 2025
  • April 2025
auto7slot auto7slot auto7slot

You may have missed

  • Berita

Juru Bicara Gus Yaqut Tanggapi Larangan Bepergian KPK, Berikan 4 Pernyataan

Dewi Anjani Agustus 12, 2025
lewat-gpm-polres-indramayu-jaga-stabilitas-harga-dan-ringankan-beban-masyarakat
  • Berita

Melalui GPM, Polres Indramayu Pertahankan Stabilitas Harga dan Bantu Masyarakat

Rizky Maulana Agustus 12, 2025
kereta-pelabuhan-dan-terminal-di-sulsel-akan-terhubung-begini-rencana-kemenhub
  • Berita

Integrasi Kereta, Pelabuhan, dan Terminal di Sulsel: Rencana Kemenhub

Rizky Maulana Agustus 12, 2025
viral-meme-tanah-nganggur-diambil-negara-menteri-nusron-minta-maaf-ini-penjelasan-maksudnya
  • Berita

Meme Tanah Nganggur Jadi Viral, Menteri Nusron Meminta Maaf, Berikut Penjelasannya

Dedi Saputra Agustus 12, 2025
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.