Tahun Baru Islam 1447 H: Pawai 999 Obor di Bondowoso
BERITA TERBARU INDONESIA, BONDOWOSO — Untuk menyambut datangnya Tahun Baru Islam 1 Muharram 1447 Hijriyah, Pemerintah Kabupaten Bondowoso bersama santri dan pelajar mengadakan ‘Pawai Obor Satu Muharam’. Acara ini melibatkan 999 pelajar dan santri dari berbagai lembaga pendidikan dan pondok pesantren di Bondowoso.
Acara dimulai dari Makam Ki Ronggo, sebuah tempat bersejarah yang menjadi simbol spiritual dan budaya masyarakat Bondowoso. Prosesi diawali dengan ziarah dan doa bersama, kemudian diikuti dengan penyalaan obor oleh Bupati Bondowoso, KH. Abdul Hamid Wahid. Obor yang dinyalakan melambangkan semangat perubahan — dari kegelapan menuju cahaya, dari masa lalu menuju masa depan yang lebih baik dan penuh berkah.
Dalam sambutannya, Bupati KH. Abdul Hamid Wahid memberikan pesan tentang makna hijrah.
“Pawai obor yang dimulai dari Makam Ki Ronggo ini mengingatkan kita akan pentingnya menghargai sejarah dan menghormati leluhur. Penyalaan obor bukan sekadar seremonial, tetapi simbol semangat hijrah: meninggalkan keburukan menuju kebaikan, dari kegelapan menuju cahaya yang terang benderang. Ini adalah momentum untuk membangun peradaban yang berakar pada nilai-nilai budaya dan spiritual bangsa,” kata Bupati yang dikenal dengan panggilan Ra Hamid.
Rangkaian pawai diawali oleh para santri pembawa obor, diikuti oleh Bendi yang membawa Bupati dan Wakil Bupati Bondowoso, kemudian kereta DAUL — ikon budaya khas Bondowoso — dan dilanjutkan dengan barisan pelajar pembawa lampion yang terdiri dari 999 peserta, menyusuri jalan utama kota menuju Pendopo Raden Bagus Assra sebagai titik akhir pawai.
Sesampainya di Pendopo Raden Bagus Assra, rombongan disambut meriah oleh Gamelan Kiai Samudro yang membawakan lantunan Sholawat Nabi Muhammad SAW secara mengharukan. Alunan musik tradisional ini menambah suasana sakral sekaligus membangkitkan semangat kebersamaan dan kecintaan terhadap budaya lokal. Pawai 999 Obor Satu Muharam ditutup dengan Prosesi ‘Katopa’ Panglobar’ oleh Bupati dan Wakil Bupati Bondowoso, sebagai simbol ‘Minadzulumati Ilannur’ — terlepasnya segala kegelapan menuju cahaya peradaban yang baru.
Sementara itu, menurut Edy, Ketua Pelaksana Kegiatan, Pawai 999 Obor Satu Muharam ini adalah puncak dari kegiatan Semarak 1 Muharram 1447 H Bondowoso.
“Ada Lomba Essay Islami yang pengumuman dan penyerahan hadiahnya diselenggarakan tadi siang. Bapak Bupati langsung yang menyerahkan hadiahnya di Pendopo Raden Bagus Assra,” jelasnya.
Pawai Obor Satu Muharam ini menjadi perpaduan antara spiritualitas, budaya, dan edukasi. Pemerintah Kabupaten Bondowoso menegaskan komitmennya untuk melestarikan tradisi-tradisi luhur sebagai aset budaya sekaligus memperkuat nilai-nilai keislaman dalam kehidupan masyarakat.
“Semarak 1 Muharram 1447 H Bondowoso adalah hasil kolaborasi berbagai pihak yang saling bersinergi. Sesuai pesan Bapak Bupati, semoga ke depannya akan lebih banyak kolaborasi berbagai pihak untuk memajukan Bondowoso,” kata pimpinan Ruang Kreatif Anak Muda Majukan Indonesia ini.
