Indikasi Belum Mengenal dan Berjumpa dengan Allah SWT
BERITA TERBARU INDONESIA,JAKARTA — Dalam kitab Al-Hikam, Syekh Ibnu Athaillah as-Sakandari menjelaskan indikasi bahwa seseorang belum mengenal, berjumpa dan mencapai Allah SWT. Salah satu tandanya adalah munculnya rasa takut kehilangan sesuatu selain Allah SWT.
“Salah satu tanda bahwa anda belum berjumpa dengan Allah SWT adalah ketika anda menginginkan sesuatu selain Dia menjadi abadi. Sedangkan tanda bahwa anda belum mencapai-Nya adalah adanya ketakutan dalam diri anda akan kehilangan sesuatu selain-Nya.” (Syekh Ibnu Athaillah as-Sakandari, Al-Hikam)
Di antara tanda bahwa anda belum mengenal sifat-sifat Allah SWT di alam semesta ini adalah ketika anda memiliki keinginan untuk mempertahankan sesuatu yang diberikan oleh Allah SWT kepada anda.
Contohnya, mengharapkan kekekalan rejeki, cahaya, kehidupan, dan sebagainya. Hal ini menunjukkan bahwa anda belum berjumpa dengan-Nya.
Akibatnya, anda hanya bisa melihat bulan tanpa merenungi kekuasaan-Nya di balik itu. Anda hanya bisa mengagumi bintang tanpa memahami pesan agung yang tersembunyi. Banyak lagi makhluk lain yang anda abaikan, tanpa usaha untuk memahami petunjuk yang ada di baliknya.
Jika anda merasa takut kehilangan sesuatu selain Allah SWT, maka itu menjadi bukti bahwa anda belum mencapai-Nya. Misalnya, anda merasa takut kehilangan istri, ayah, ibu, dan seluruh keluarga. Jika anda telah mencapai-Nya, maka anda akan merasa cukup dengan-Nya.
Jika anda mencintai mereka, maka itu hanya sekadarnya saja. Rasa cinta sejati anda hanya untuk-Nya. Seperti cinta yang mendalam di hati sepasang kekasih. Mereka akan melupakan segalanya saat bersama dengan kekasih mereka. Mereka rela meninggalkan ayah, ibu, dan saudara-saudara mereka demi bersama sang kekasih.
Begitulah perumpamaan kecil rasa cinta kepada Allah SWT. Allah SWT Maha Mulia dari contoh kecil ini, seperti yang dijelaskan dalam kitab Al-Hikam dengan penjelasan tambahan oleh Penyusun dan Penerjemah Al-Hikam DA Pakih Sati Lc dalam buku Kitab Al-Hikam dan Penjelasannya.
Pada dasarnya, jadikanlah Allah SWT sebagai tujuan hidup anda. Jika anda ingin mencintai, tujukanlah rasa ini hanya kepada-Nya. Jika anda ingin meminta, maka mintalah kepada-Nya saja. Kekuasaan dan keabadian sejati hanya ada di tangan-Nya. Anda tidak akan pernah menemukan hal tersebut pada yang lain.
