Implementasi ESG Melalui Konservasi Terumbu Karang dan Mangrove
BERITA TERBARU INDONESIA, JAKARTA — Program konservasi terumbu karang dan mangrove dianggap sebagai langkah penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) yang berkontribusi pada pelestarian lingkungan dan keanekaragaman hayati.
PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim), sebuah perusahaan pelat merah, menerapkan program konservasi ini dengan memperhatikan peran penting terumbu karang dan mangrove bagi ekosistem di masyarakat Bontang.
Direktur Utama Pupuk Kaltim, Budi Wahju Soesilo, menyatakan, “Terumbu karang dan mangrove adalah ekosistem penting bagi masyarakat Bontang, terutama dengan letak geografisnya di pesisir,” katanya dalam keterangan tertulis, Senin (26/5/2025).
Soesilo menjelaskan bahwa hingga Mei 2025, program konservasi terumbu karang yang dilaksanakan sejak 2011 oleh Pupuk Kaltim telah berhasil menambah 8.683 unit terumbu karang, setara dengan 2.557 meter persegi area konservasi. Jumlah ini meningkat dari tahun 2024 yang mencapai sekitar 6.882 unit terumbu karang.
Selain itu, Pupuk Kaltim terus meningkatkan upaya konservasi mangrove setiap tahun. Pada 2021, program ini berhasil menanam 144.567 bibit mangrove. Pada 2022, jumlahnya meningkat menjadi 170.567 bibit, dan pada 2023 meningkat lagi menjadi 290.567 bibit. Hingga Mei 2025, program konservasi mangrove telah mencapai penanaman 551.167 bibit di wilayah pesisir Kota Bontang dan sekitarnya, setara dengan 18 hektar area konservasi mangrove.
“Kami melakukan konservasi terumbu karang dan mangrove sebagai langkah nyata penerapan ESG, karena kelestarian terumbu karang dan mangrove sangat penting untuk mendukung keberlangsungan spesies ikan dan makhluk laut lainnya. Konservasi ini tidak hanya melindungi keanekaragaman hayati tetapi juga mendukung keberlanjutan mata pencaharian masyarakat pesisir, khususnya nelayan dan pelaku wisata bahari, serta dapat mencegah abrasi,” tambahnya.
